Penjaga gerbang tol

1. Ironi jalan tol di Jakarta adalah seringkali gerbang tol justru menjadi sumber kemacetan di jalan tol.

2. Penjaga gerbang tol sebenarnya adalah pekerjaan yang sangat tidak produktif, dimana pada dasarnya tugasnya hanya menerima uang dan memberikan kembalian. Lebih dari itu, sebenarnya produktivitasnya negatif, berhubung pekerjaan ini justru membuat lalu lintas di jalan tol menjadi lebih lambat dari yang seharusnya.

3. Lagipula, pekerjaan ini bisa digantikan sepenuhnya oleh mesin (seperti ERP), namun berhubung jumlah penduduk kita terlalu banyak (dan infrastruktur otomasi kita tidak dapat diandalkan), kita masi memerlukan jenis-jenis pekerjaan yang “padat karya” seperti ini.

2 thoughts on “Penjaga gerbang tol

  1. marcella~

    gerbang tol opens quite a number of jobs IMO.. agak cocok buat diterapin di indo: jmlh penduduk besar, migrasi ke ibukota besar dan tingkat edukasinya bervariasi. and as you said.. infrastruktur otomasi indonesia memang tdk dpt diandalkan.. rawan pengrusakan dan maintenancenya juga diragukan, plus mgkn jmlh kendaraan terlalu banyak >.<

    Reply
    1. septian Post author

      Yup, that’s why I mentioned abt the large population and hence the need to have these kind of jobs in my post. If not for that, then, technically, we don’t need tollgate keepers.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s