Misionaris

1. Betapapun kita berusaha mencoba untuk sepenuhnya mendemokratisasikan arti kata ‘misionaris’ sehingga berarti setiap dari kita adalah ‘misionaris’ di tempat kita masing-masing, aku pikir pada akhirnya setiap dari kita masih merasa terpukau dan terharu ketika mendengar kesaksian dari seorang misionaris (dalam arti tradisional) yang melayani di sebuah tempat tertentu dan dengan demikian mengafirmasi keunikan pelayanan ini. Salah satu alasannya mungkin adalah karena profil seorang misionaris meng-image dengan lebih jelas bagaimana Sang Anak turun ke dalam dunia dan menjelma menjadi manusia. Sang Anak, ‘yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.’ (Fil 2.6-7)

Meng-image Sang Anak, seorang misionaris mengosongkan dirinya, meninggalkan segala kenyamanan di tempat dan lingkungan asalnya, untuk kemudian pergi ke tempat lain dan menjadi sama dengan penduduk di tempat lain tersebut. Dan, karena itu pula, pada akhirnya pelayanan semacam ini tidak bisa sepenuhnya didemokratisasi. Ada tempat yang unik bagi pelayanan ini dan memang ada yang dipanggil untuk menjalaninya.

2. Kata ‘misi’ dalam bahasa Yunani adalah apostoleo (apostle/rasul), yang darinya kita mendapatkan kata ‘apostle’ atau rasul. Dan memang rasul-rasul inilah yang menjadi ujung tombak pekabaran Injil dalam era jemaat mula-mula. Pelayanan ini kemudian diteruskan oleh imam-imam dan biarawan-biarawan yang memang mengabdikan diri mereka demi pekabaran Injil, sebelum kemudian didemokratisasikan oleh tradisi Protestan, sehingga dapat dilakukan pula oleh orang-orang awam yang kita sebut dengan ‘misionaris.’ Dan, karena itulah profil seorang misionaris juga mengimitasi profil seorang rasul, menyaksikan Kristus dan mendirikan jemaat di tempat-tempat yang belum mengenalNya.

Kita mengaku percaya pada ‘satu gereja yang kudus, am, dan rasuli.’ (Pengakuan Iman Nicea) Gereja yang rasuli; gereja yang apostolik; gereja yang misional; gereja yang diutus oleh Tuhannya. Gereja secara keseluruhan dipanggil demikian, mengidentifikasikan dirinya sepenuhnya dengan dunia ini supaya dunia pun dapat dipulihkan. Dan, di balik gereja yang rasuli, ada yang dipanggil menjadi rasul-rasul di dalamnya, sebuah fungsi yang mungkin sekarang dipenuhi oleh pelayanan misionaris. Pelayanan misionaris adalah kristal dari pelayanan gereja secara umum, yang sepatutnya rasuli, apostolik, dan misional pula. Mengikut Sang Anak, yang telah terlebih dahulu taat ketika Ia diutus oleh BapaNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s