inilah keturunan sem

Kej 11.10-26

Kitab Kejadian memiliki beberapa daftar keturunan dan dari daftar-daftar keturunan ini, ada dua yang cukup panjang dan mencantumkan usia masing-masing generasi serta di usia berapa generasi selanjutnya lahir. Dua daftar ini mengapit kisah Nuh dan air bah: daftar keturunan Adam sampai Nuh di Kej 5 dan daftar keturunan Sem di Kej 11.10-26.

Salah satu yang menarik dari kedua daftar ini adalah perbandingan usia di masing-masing daftar, sebelum dan sesudah air bah. Sebelum air bah usia manusia mencapai tujuh ratusan lebih dan generasi selanjutnya diperanakkan ketika ayahnya sudah berusia di atas enam puluh lima tahun.

Di daftar keturunan Sem, kita menemukan proses memendeknya usia manusia setelah air bah. Sem hidup sekitar enam ratus tahun, Arpakhsad sekitar empat ratus tahun, Selah sekitar empat ratus tahun, sampai pada akhirnya Terah, ayah Abram, hidup sekitar dua ratus tahun. Jarak antar generasi ke generasi pun semakin memendek. Sem memperanakkan Arpakhsad ketika berusia seratus tahun, Arpakhsad memperanakkan Selah ketika berusia tiga puluh lima tahun, Selah memperanakkan Eber ketika berusia tiga puluh tahun, dst. Rata-rata jaraknya sekarang sekitar tiga puluh tahun saja.

Namun ada yang menarik di akhir daftar keturunan ini. Nahor memperanakkan Terah ketika berusia dua puluh sembilan tahun, namun Terah memperanakkan Abram, Nahor, dan Haran, ketika ia berusia tujuh puluh tahun, jauh lebih tua secara signifikan dari pendahulu-pendahulunya dan berlawanan arah dengan trend di daftar keturunan ini. Dan mungkin ini semacam memberikan hint kepada pembacanya bahwa ada yang berbeda yang akan terjadi pada Abram, tokoh utama di kisah selanjutnya. Hal ini cocok dengan bagaimana Ishak nanti baru akan lahir ketika Abraham sudah berusia 100 tahun. Ia adalah anak berdasarkan janji, bukan berdasarkan daging.

Tentunya, dugaan ini juga dipengaruhi pengetahuan a priori mengenai kisah Abraham. Aku sudah mengetahui sebelumnya apa yang terjadi dengan kisah selanjutnya (kisah Abraham dan Ishak), dan hal ini mempengaruhi pembacaanku terhadap kisah sebelumnya (daftar keturunan Sem). Namun, untuk menggunakan kaidah ilmu statistik Bayesian, pengetahuan a priori ini menghasilkan pembacaan posterior yang berbeda mengenai daftar keturunan Sem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s