the liberating image

Pengarang: J. Richard Middleton

Judul: The Liberating Image – The Imago Dei in Genesis I

Imago dei/’image of God’/gambar rupa Allah mungkin adalah salah satu frase biblikal yang paling banyak digali dan dikaji sepanjang sejarah umat Yahudi dan Kristen. Dan buku ini adalah sebuah usaha lagi yang mencoba mengkaji frase ini. Di dalam buku ini, penulis berusaha untuk menggali frase ini dengan bantuan konteks literatur dan mitologi Mesopotamia kuno saat itu, yang diyakini oleh penulis sebagai mitra dialog utama oleh penulis kisah penciptaan di Kej 1.1-2.3, lokasi utama frase ini (selain di Kej 5.1-3 dan Kej 9.6). Dan hasilnya adalah pembacaan yang sangat menyegarkan dan membuat kita lebih menghargai mengapa penulis kisah ini menggunakan frase ini di dalam melukiskan natur manusia yang diciptakan oleh Allah.

Sebagai contoh, ‘image of God’ pada umumnya digunakan hanya untuk raja-raja saja, sebagai justifikasi kekuasaan yang mereka sekarang miliki sebagai seorang raja. Hal ini berkaitan pula dengan mitologi penciptaan bangsa-bangsa sekitar Mesopotamia, dimana penciptaan merupakan hasil perang kosmik antar ilah-ilah dan ilah-ilah yang kalah diperintahkan untuk melayani ilah-ilah yang menang. Dan umat manusia eksis untuk menggantikan tugas ilah-ilah yang kalah ini. Dengan ilah-ilah yang menang tentunya disimbolkan oleh raja itu sendiri, sang ‘image of god.’ Karena itu, bahwa setiap umat manusia adalah ‘image of God’ di dalam Kej 1 merupakan simbol demokratisasi otoritas manusia di bumi ini, sebuah paham yang radikal dan dengan sengaja meng-counter pemahaman yang jauh lebih dominan saat itu. Dengan ini kita mengaku dan percaya bahwa setiap insan manusia itu setara dan berharga tanpa terkecuali.

Ini salah satu contoh insight yang terdapat di dalam buku ini mengenai bagaimana konteks Mesopotamia kuno dapat membantu kita menghargai makna frase ‘image of God’ ini. Dan masih banyak insight-insight lain yang sangat, sangatlah illuminating di dalam buku ini. Buku ini merupakan salah satu contoh bagaimana sensitivitas terhadap konteks ekstrabiblikal dapat memperkaya pemahaman kita tentang berbagai hal di dalam Alkitab itu sendiri. Sangat direkomendasikan bagi teman-teman sekalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s