yonatan menerima tampuk pimpinan

1 Makabe 9.23-42

Setelah Yudas gugur, muncullah pemberontak-pemberontak di seluruh daerah Israel. Tidak ada lagi yang mengepalai Israel, dan karena itu banyak orang ingin menjadi raja-raja kecil. Termasuk dengan bekerja sama dengan Bakhides (utusan raja Demetrius). Bakhides mengangkat beberapa orang menjadi tuan di negeri ini. Tugas orang-orang ini adalah untuk mencari dan menemukan sahabat-sahabat Yudas, untuk dihukum dan dicemooh. Penulis 1 Makabe pun berkomentar, ‘maka terjadilah keimpitan besar di Israel sebagaimana belum pernah terjadi sejak tiada nabi lagi nampak oleh mereka.’ Komentar ini mungkin sebenarnya bertujuan untuk melukiskan betapa besar penderitaan yang dialami oleh bangsa Israel saat itu. Namun dari komentar ini kita juga mengenal bagaimana ada satu peristiwa yang membedakan jaman sang penulis dengan, misalnya, era di Perjanjian Lama, yaitu ‘sejak tiada nabi lagi nampak oleh mereka.’ (9.27)

Anyway, menanggapi kekosongan pemimpin di Israel ini, akhirnya sahabat-sahabat Yudas pun berkumpul dan berkata kepada Yonatan, adik Yudas yang paling kecil (lih. diagram): “Semenjak kakanda Yudas gugur tiada lagi seorang sebaya dengannya yang mengepalai kami melawan musuh kita serta Bakhides dan melawan semua orang yang memusuhi bangsa kita. Baiklah kiranya kami memilih engkau menjadi penggantinya sebagai pemimpin dan penguasa kami untuk memimpin peperangan kami” Saat itu juga, Yonatan menerima tampuk pimpinan dan menjadi pengganti kakaknya. (9.28-31)

the maccabees

Bakhides mendengar mengenai hal ini dan kemudian berusaha membunuh Yonatan. Yonatan dan Simon, kakaknya, mengetahui mengenai hal ini dan melarikan diri ke gurun Tekoa. Hal ini ketahuan pula oleh Bakhides dan karena itu ia dengan tentaranya menyeberang sungai Yordan untuk mengejar Yonatan.

Yonatan sendiri kemudian mengutus kakaknya yang menjadi pengurus perlengkapan (logistik??) untuk meminta bantuan kepada orang-orang Nabatai (Nebayot/Arab — anak sulung Ismail, bdk. 2 Kor 11.32-33) yang menjadi sahabat mereka (bdk. 1 Mak 5.25-26 dimana orang Nabatai membantu Yudas), apakah barang mereka yang banyak boleh dititipkan terlebih dahulu pada orang-orang Nabatai. (9.35)

Tetapi bani Yambri (??) keluar dari benteng Medeba dan ditangkapnya Yohanes (apparently, kakak Yonatan yang menjadi pengurus perlengkapan ini bukan Simon, namun Yohanes, kakak sulungnya) serta segala sesuatu yang ada padanya. (9.36)

Sesudah itu Yonatan dan Simon diberitahu bahwa bani Yambri mau merayakan suatu pernikahan besar-besaran. Maka Yonatan dan Simon pun teringat pada darah kakaknya, Yohanes (apparently lagi, Yohanes dibunuh sesudah diculik), dan pergilah mereka bersembunyi di bawah perlindungan pegunungan. Ketika rombongan pengantin itu keluar, Yonatan dan Simon dan pengikut-pengikutnya menyerang rombongan pengantin ini dan membunuh mereka. Dan mereka pun merampas segala barang milik rombongan pengantin ini. Penulis 1 Makabe berkomentar, ‘dengan demikian pernikahan berubah menjadi perkabungan dan bunyi alat-alat musik menjadi lagu ratap. Demikian Yonatan dan Simon membalas dendam untuk darah kakak mereka.’ Mereka pun kembali ke sungai Yordan; musuh utama mereka, Bakhides, sudah menanti. (9.37-42)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s