alkimus ingin menjadi imam besar

1 Makabe 7.1-25

Setelah kematian Aleksander Agung pada tahun 323 SM, kerajaannya dibagi-bagi di antara jenderal-jenderal Aleksander Agung. Salah satunya adalah Seleukhus, yang mendirikan kerajaan/dinasti Seleukhid pada tahun 312 SM. Wilayah kerajaannya ini meliputi sebagian Asia Minor (Turki), Syria, Persia, Babilonia, Armenia, dan batas timurnya mencapai Pakistan saat ini. Ibukota kerajaannya ini adalah Antiokhia (di Syria, i.e., dimana murid-murid utnuk pertama kalinya disebut Kristen, but that of course was more than 300 years later) dan Seleukhia di dekat sungai Tigris. Nama Seleukhia berdasarkan namanya sendiri, sementara nama Antiokhia berdasarkan nama ayahnya sendiri, Antiokhus. Dan setiap raja dalam dinasti ini either bernama Seleukhus atau Antiokhus, seperti yang bisa dilihat di gambar di bawah ini (klik gambar untuk ukuran lebih besar).

seleucid-empire

Dinasti ini menjadi salah satu kelompok yang memiliki peran antagonistik dalam 1 Makabe, yang dimulai dengan Antiokhus IV Epiphanes (1 Mak 1.1-6.17). Ia meninggal dunia dalam peperangan melawan Persia, salah satu daerah yang mencoba memberontak dari kekuasaan raja. Daerah lain, adalah Yudea, yang dipimpin oleh Makabe bersaudara. Antiokhus IV Epiphanes digantikan oleh Antiokhus V Eupator (1 Mak 6.18-63), dan Antiokhus V Eupator dikudeta oleh Demetrius I Soter (1 Mak 7.1-10.50), saudara sepupunya sendiri yang baru saja lolos dari Roma (7.1).

(btw, gelar raja-raja ini memiliki nuansa ilahi: Nicator/victorius, Theos/god, Epiphanes/god manifest, Philopator/loving father, Eupator/good father, Soter/saviour — bdk. dengan penggunaan istilah-istilah ini pada kekristenan mula-mula)

Segera sesudah Demetrius I berhasil menduduki takhta, datanglah ‘para penjahat dan para fasik dari Israel menghadap raja.’ Mereka diketuai oleh Alkimus, yang ingin menjadi imam besar, menggantikan Yudas Makabe, yang secara resmi telah mengadakan perdamaian dengan Antiokhus V Eupator (1 Mak 6.55-63). Penulis 1 Makabe menggunakan ungkapan demikian untuk menyebut kelompok ini karena mereka menganggap kelompok ini telah berkhianat dan berkompromi dengan kekuasaan asing. Di sini kita juga melihat bagaimana jabatan Imam Besar mulai menjadi satu hal yang nantinya dapat diperjualbelikan, dan bagaimana nantinya rakyat akan tidak percaya lagi kepada institusi keimaman ini (Yesus sendiri, sekitar dua ratus tahun kemudian, berpendapat bahwa institusi ini korup dan patut mendapat penghakiman). Kelompok ini sendiri mengadukan nasib mereka kepada raja, dimana menurut mereka karena adanya Makabe bersaudara, mereka diusir dari Yudea, dan, karena itu, sekarang mereka memohon agar raja mengirimkan pasukan untuk merebut kembali Yudea dari tangan Yudas Makabe dan saudara-saudaranya. (7.1-7)

Raja pun memilih Bakhides, seorang sahabatnya, dan ia pun mengutus Alkimus dan Bakhides untuk membalaskan dendam pada orang Israel. Bakhides memulai dengan menggunakan tipu daya, dengan berpura-pura ingin bicara mengenai perdamaian. Yudas sendiri tidak termakan hal ini, karena ia melihat bagaimana mereka datang dengan banyak pasukan. Namun ada yang termakan pula dengan umpan Bakhides ini. Sejumlah besar ahli Kitab datang kepada Alkimus dan Bakhides. Mereka berasal dari ‘kaum Mursid.’ Mereka berpikir: “Seorang imam dari keturunan Harun telah datang bersama dengan pasukan itu. Niscaya ia tidak akan berlaku lalim terhadap kita.” (7.8-14) Mungkin mereka mengetahui bahwa Alkimus berasal dari keturunan Harun, i.e., Harun adalah imam pertama dan garis keturunan Harun adalah salah satu tes litmus keimaman.

Bakhides pun berbicara dengan ramah dengan orang-orang ini, bahkan bersumpah: “Kami tidak mencari yang jahat bagi kamu serta semua sahabatmu.” (7.15) Kaum Mursid inipun percaya, namun kemudian Bakhides menyuruh untuk menangkap 60 orang dari kalangan mereka dan pada hari itu juga membunuh mereka semua. Penulis 1 Makabe berkomentar, peristiwa ini sesuai dengan perkataan yang tersurat di Mzm 79.2-3: “Mayat orang-orang yang kaukasihi dan darah mereka ditumpahkan sekeliling Yerusalem, dengan tidak ada yang menguburkan mereka.” Mendengar peristiwa ini, ketakutan dan kegentaran menghinggapi segenap rakyat: “Pada mereka tidak ada kebenaran dan keadilan, sebab jaminan dan sumpah yang telah mereka angkat dilanggar mereka.” (7.15-18)

Bakhides kemudian menyerahkan wilayah Bet-Zeta (sekitar Yerusalem?) kepada Alkimus dan ditinggalinya pula pasukan untuk membantu Alkimus, sementara Bakhides kembali kepada raja. Dan Alkimus melanjutkan perjuangannya untuk merebut posisi imam besar melawan Yudas Makabe. Ia berhasil merebut berbagai daerah di Yudea. Yudas Makabe tidak tinggal diam. Ia membalas lagi kepada ‘orang-orang yang telah membelot’ ini. Alkimus mulai kewalahan, dan ia pun akhirnya sadar kalau ia tidak dapat bertahan melawan Yudas. Karena itu ia kembali kepada raja dan kembali menuduhkan kejahatan-kejahatan yang telah dilakukan oleh Yudas. (7.19-25)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s