the mystery hidden for ages

Kol 1.24-29

Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus menjelaskan natur pelayanannya betapa ia sekarang menderita (i.e., ia menulis surat ini dari dalam penjara) karena jemaat (bagaimanapun, ia bersukacita!), dan penderitaan ini adalah untuk ‘menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuhNya, yaitu jemaat.’ (Kol 1.24) Pelayanan rasuli/apostolik yang sejati akan berpartisipasi atau mengimitasi penderitaan Kristus (bahkan, menggenapkan apa yang kurang) sebagai salah satu tanda otentisitas pelayanan rasuli/apostolik [bdk. keseluruhan surat 2 Korintus yang membahas hal ini dimana Paulus membela kerasulannya dari tuduhan-tuduhan ‘super apostles’ (hyperapostolos — 2 Kor 11.5): ‘Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat… jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku… sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku [Tuhan] menjadi sempurna.’ (2 Kor 4.7, 11.30, 12.9)].

Paulus menjadi pelayan jemaat ini sesuai dengan tugas yang dipercayakan oleh Allah kepadanya untuk meneruskan firman-Nya kepada jemaat, yaitu ‘rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitakan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!’ (1.26-27) ‘Rahasia’ di sini tidak memiliki makna yang sama yang akan digunakan oleh kaum Gnostik nanti, dimana agar seorang mendapat keselamatan ia perlu mengetahui ‘secret knowledge’ yang tersembunyi dari orang-orang biasa (bdk. fenomena kontemporer ‘discovering your true inner self’). ‘Rahasia’ di sini, atau mungkin lebih tepatnya ‘misteri’ (mysterion) menyatakan betapa rencana keselamatan Allah yang selama ini ‘tersembunyi’ (apokrypto; bdk. apokrifa) dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan akhirnya dinyatakan maksudnya ‘di antara bangsa-bangsa lain‘, yaitu: Kristus!

Hal ini serupa dengan apa yang ditulis oleh rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, yaitu bagaimana ‘rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia,… sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. (Ef 3.4-6)

Dalam Kristus, misteri karya keselamatan Allah dari abad ke abad dinyatakan, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi/bangsa-bangsa lain turut menjadi ahli waris dan ambil bagian dalam umat perjanjian. Dan itulah yang Paulus usahakan dan pergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam dirinya. (1.29) Dalam hal ini, ‘tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.’ (3.11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s