paul’s opponents in colossae

Kolose 1-3

Surat-surat rasul Paulus kepada jemaat-jemaat di berbagai tempat seringkali merupakan respon atas pertanyaan jemaat mengenai masalah-masalah yang terjadi di jemaat yang bersangkutan. Yang mungkin paling klasik adalah 1 Korintus dimana dari awal sampai akhir Paulus mencoba meresponi berbagai macam masalah yang terjadi di jemaat di Korintus. Dan terkadang masalah-masalah ini ditimbulkan oleh pengajar-pengajar di jemaat yang bersangkutan, yang memaksa Paulus untuk berhadapan dengan lawan-lawannya ini dalam suratnya. Lawan-lawannya ini menimbulkan masalah di jemaat yang bersangkutan dengan berbagai cara, misalnya, menyebarkan ajaran lain ataupun mempertanyakan otoritas Paulus.

Di suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus berhadapan dengan ‘super apostles.’ (hyperapostolos — 2 Kor 11.5) Di suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus berhadapan dengan orang-orang yang menyebarkan ‘suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil.’ (Gal 1.6-7) Di suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus berhadapan dengan ‘anjing-anjing,… pekerja-pekerja yang jahat,… penyunat-penyunat yang palsu.’ (Fil 3.2) Bagaimana dengan surat kepada jemaat di Kolose? Siapakah ‘lawan’ Paulus di sana? Kita tahu, bahwa ada masalah pula di jemaat ini yang ditimbulkan oleh ajaran-ajaran lain, namun, apakah ajaran-ajaran ini diajarkan oleh satu kelompok saja, ataukah ada beberapa kelompok yang menjadi lawan Paulus di sana?

Beberapa perikop yang mungkin menandai ajaran-ajaran lain yang berkembang di jemaat di Kolose dan karena itu mendapat perhatian Paulus di suratnya kepada jemaat di Kolose ini adalah:

1. ‘Filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia…’ (Kol 2.8)
2. ‘Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi oleh sunat Kristus…’ (Kol 2.11)
3. ‘…janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat…’ (Kol 2.16)
4. ‘…orang yang berpura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan…’ (Kol 2.18)
5. ‘…rupa-rupa peraturan… jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini… peraturan-peraturan ini…’ (Kol 2.20-23)

Apakah ajaran-ajaran ini diajarkan oleh satu kelompok saja, ataukah oleh beberapa kelompok? Misalnya, jika hanya ada satu kelompok saja, dan kelompok yang dimaksud adalah kelompok yang paling umum menjadi lawan Paulus, i.e., orang-orang yang ingin mengaplikasikan ketentuan-ketentuan agama Yahudi kepada jemaat-jemaat dari bangsa lain agar umat yang berlatar belakang non-Yahudi baru dapat sepenuhnya setara dengan umat yang berlatarbelakang Yahudi (Kis 15, Gal 2.11-14, Fil 3), maka certainly kelompok ini dapat memenuhi kriteria nomor (2), (3), dan (5) dengan mudah, namun mungkin kita perlu mencari lebih tahu lagi mengenai nomor (1) dan (4) untuk melihat bagaimana kedua nomor ini dapat diaplikasikan ke kelompok ini. Atau, tentunya, kita bisa mengendorkan sedikit kriteria jumlah lawan-lawan Paulus di sini dimana mungkin ada beberapa kelompok yang mengajarkan ajaran-ajaran ini di jemaat di Kolose.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s