barangkali ada roh atau malaikat

Kis 22.30-23.10

Setelah Paulus ditangkap di Yerusalem, ia dibawa oleh kepala pasukan yang menangkapnya (atau, menyelamatkannya dari amuk massa) kepada Mahkamah Agama/Sanhedrin. Kepala pasukan ini penasaran mengapa Paulus dapat menimbulkan kerusuhan yang sedemikian hebatnya. Setelah melewati beberapa ronde silat lidah dengan orang-orang di situ (termasuk Imam Besar!), Paulus menyadari bahwa di sana ada golongan Saduki dan Farisi. Dan ia mencium kesempatan untuk mengadu mereka (dan bersaksi pada saat yang bersamaan): “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.” Tentu saja, hal ini menimbulkan perpecahan, karena kaum Saduki percaya bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, sementara kaum Farisi mengakui keduanya. Maka terjadilah keributan besar. Bahkan beberapa ahli Taurat (dari kaum Farisi, tentunya) kemudian membela Paulus, “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.” Setelah itu, Lukas berkomentar, ‘maka terjadilah perpecahan besar.’ Of course; the Pharisees was using precisely one of the tenets of faith which they differed from the Saduccees to defend Paul! (dan mungkin sekarang kepala pasukan ini paham mengapa Paulus dapat menimbulkan kerusuhan; walau untuk alasan yang berbeda dari insiden sebelumnya di Kis 21.17-22.30)

A few points to ponder:

1. And then you couldn’t help but love the next verse: ‘Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya [whatever that means] dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”‘ (23.11) Kuatkanlah hatimu. The KJV translates it: be of good cheer, Paul. Be of good cheer, indeed.

2. ‘Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini’ (Kis 23.9) is eerily similar to what Pontius Pilate said after he examined Jesus: ‘Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.’ (Luk 23.4)

3. It would be interesting to compare how Jesus and Paul managed themselves before the Sanhedrin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s