faith of our fathers (2)

(Notes of lesson 2 – faith of our fathers – uploaded)

Hari ini sesi kedua dari course singkat 8 minggu tentang Bapa-bapa Gereja oleh TTC. Topik hari ini adalah masa-masa apostolik, yang dimulai kira-kira setelah rasul-rasul meninggal dunia. Lecturernya, Andrew Peh, membuka dengan mensketsakan bagaimana gereja berkembang dari Yerusalem ke empat area di kerajaan Romawi: Siria dan Mesopotamia (pusat: Antiokhia), Yunani dan Asia Minor (pusat, nantinya: Konstantinopel), Mesir (pusat: Aleksandria), dan Roma dan Mediterania Barat (pusat: Roma). Pada abad ke-5, kelimat pusat ini akan disebut dengan Pentarchy: Yerusalem, Antiokhia, Konstantinopel, Aleksandria, dan Roma. Ia juga menjelaskan tokoh-tokoh utama di masing-masing area ini, dokumen-dokumen yang muncul dari sana, dan kontroversi yang terjadi di masing-masing tempat.

Misalnya, di Siria dan Mesopotamia, rasul yang dianggap menjadi pioneer pekabaran Injil ke daerah ini adalah rasul Tadeus dan Tomas. Tokoh-tokoh yang penting misalnya Tatian yang menuliskan Diatessaron, usaha pertama untuk mengharmonisasi empat Injil. Kemudian Ignatius, imam (bishop) di Antiokhia, mungkin muridnya rasul Yohanes, yang mati martir di Roma dimakan oleh singa-singa. Dokumen-dokumen yang muncul dari sini misalnya Odes of Solomon (boleh dibilang buku pujian Kristen pertama), Didache, dan Injil Thomas.

Kemudian APeh mengajak kami menonton video mengenai martyrdom gereja mula-mula yang umum di tengah tekanan dari kerajaan Romawi. Martyrdom atau mati syahid inilah yang boleh dibilang mengkarakterisasikan pertumbuhan gereja mula-mula. Memang, tidak semua Kaisar Romawi menindas gereja, dan tidak banyak yang sistematis, namun secara umum tiga abad pertama pertumbuhan gereja dikarakterisasikan dengan mati martir (well, mungkin ada satu lagi, yaitu tensi internal di dalam gereja sendiri dalam merumuskan ortodoksi). Beberapa Kaisar yang dikenal kejam dalam menindas gereja misalnya Nero (54-68 M — achievement: killed Peter and Paul), Vespasian (69-79 M), Domitian (81-96 M), Trajan (98-117 M), Septimius Severus (193-211 M — alamak Septimius! Severus! Snape!), Decius (249-251 M), Valerian (253-260 M), dan Docletian (284-305 AD), sebelum berakhir di jaman pemerintahan Konstantinus yang akhirnya mengijinkan kekristenan dipraktekkan sebagai salah satu agama di dalam kerajaan Romawi lewat Edik Milan pada tahun 313 M.

Alasan penindasan ini ada beberapa: gereja menolak kultus penyembahan Kaisar (Jesus is Lord, Caesar is not), salah mengerti beberapa ritual kekristenan (pengunaan istilah brother/sister bahkan kepada pasangan sendiri yang menimbulkan kecurigaan incest, penggunaan istilah tubuh dan darah Kristus dalam Perjamuan Kudus yang menimbulkan kecurigaan cannibalism, ibadah yang bersembunyi yang menimbulkan kecurigaan praktek seksual yang tidak benar, dst.), etc.

Dan ia menutup dengan mensketsakan profil dua bapa-bapa apostolik yang juga mati martir, yaitu Ignatius dari Antiokh (35-117 M) dan Polikarpus dari Smyrna (69-155 M; AKTB-nya rasul Yohanes, jadi dia cucu KTB-nya Yesus). Masing-masing adalah bishop/imam, dan keduanya mati martir. Ignatius mati dimakan singa di Roma, dan Polikarpus mati dibakar (namun katanya apinya tidak membakar jadi mesti ditusuk dengan pedang) di Smyrna. Ungkapan Polikarpus yang menjadi inspirasi sampai saat ini adalah ketika ia disuruh untuk menyangkal Kristus, dan ia pun menjawab, “For 86 years I have been His servant, and He has done me no wrong. How can I blaspheme my King who has saved me?”

Sesi ini ditutup dengan kutipan dari Tertulian mengenai fenomena mati martir jemaat mula-mula saat itu,

“Kill us, torture us, condemn us, grind us to dust; your injustice is the proof that we are innocent…. The more we are mown down by you, the more in number we grow; the blood of Christians is seed.” (Tertullian, Apology 50)

(sebenarnya dalam lecture hari ini juga membahas kanonisasi Perjanjian Baru, namun hal ini akan dibahas di post selanjutnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s