galilea dan gilead

1 Makabe 5

Setelah mendengar bahwa Yudas Makabe berhasil menahbiskan kembali Bait Suci dan membangun kembali mezbah di dalamnya, marahlah bangsa-bangsa lain dan mereka memutuskan untuk menumpas semua keturunan bangsa Israel yang tinggal di tengah-tengah mereka. Karena itulah Yudas menyerang balik, ia menyerang bani Esau di Idumea (selatan Yudea), bani Baian, dan bani Amon, yang dipimpin oleh Timotius.

Setelah itu, ada dua kabar datang kepada Yudas Makabe di Yerusalem. Pertama oleh orang-orang Yahudi di Gilead (sebelah timur sungai Yordan), yang diserbu oleh penduduk di sana. Dan kedua oleh orang- orang Yahudi di Galilea, yang diserbu oleh penduduk kota Ptolemais, Tirus, dan Sidon (sebelah utara dari Galilea; Yesus pernah melayani di Tirus dan Sidon; Paulus juga pernah mampir di Ptolemais setelah dari Tirus — Kis 21.7). Menanggapi kedua kabar ini, Yudas mengumpulkan seluruh rakyat untuk berembuk apa yang harus mereka perbuat untuk saudara-saudara mereka ini. Akhirnya diputuskan demikian: (1) Simon Makabe, kakaknya Yudas, akan pergi ke Galilea, (2) Yudas dan adiknya Yonatan, akan pergi ke daerah Gilead, sementara (3) Yusuf dan Azarya (tidak termasuk Makabe bersaudara), diperintahkan untuk menunggu di Yudea sebagai penjaga. Yudas memerintahkan mereka, “Kepalailah rakyat ini! Jangan campurkan diri dalam pertempuran dengan orang-orang asing, sampai kami kembali.” (1 Mak 5.19)

(1) Peperangan di Galilea sendiri berlangsung cepat. Simon mengejar orang-orang asing (gentiles) ini sampai ke Ptolemais, berhasil menewaskan 3000 orang, dan merampasi mereka pula.

(2) Yudas dan Yonatan sendiri perlu menyeberangi sungai Yordan terlebih dahulu lalu berjalan tiga hari di padang gurun. Mereka juga berjumpa dengan orang-orang Nabatai yang menyambut mereka dengan persahabatan (orang Nabatai merupakan keturunan Nebayot, anak sulung Ismail; Paulus pernah hampir ditangkap oleh Aretas, raja orang Nabatai saat itu — 2 Kor 11.32-33; Aretas juga adalah mertua dari Herodes Antipas, yang membunuh Yohanes Pembaptis). Orang Nabatai menyampaikan kota-kota mana saja dimana orang Yahudi terkurung. Dan Yudas pun segera merebut kota-kota ini: di gurun Bozra, Alema, Kafso, Maked, Beser, dan akhirnya mematahkan tentara Timotius di seberang sungai yang berhadapan dengan Rafon. Kemudian Yudas mengumpulkan segenap bangsa Israel yang tinggal di Gilead untuk kembali ke Yudea. Mereka pulang melewati kota Efron, namun penduduk kota Efron tidak membiarkan mereka lewat. Yudas menumpas kota Efron, dan akhirnya mereka sampai di Yudea: “lalu mereka naik ke gunung Sion dengan sukacita dan gembira dan dipersembahkanlah di sana korban bakaran.” (1 Mak 5.54)

(3) Ketika Yudas dan Yonatan masih berada di Gilead, dan Simon berada di Galilea, Yusuf dan Azarya telah mendengar tentang kemenangan mereka. Mereka pun ingin ikut: “Kita juga mau membuat nama harum sendiri dengan pergi bertempur dengan bangsa-bangsa di sekeliling mereka.” (1 Mak 5.57) Mereka pergi berperang, namun kalah total dan terpaksa kembali ke Yudea. Hal ini mengakibatkan ‘rakyat mengalami kemunduran besar, sebab mereka tidak mendengarkan Yudas serta saudara-saudaranya karena menyangka dapat melakukan perbuatan-perbuatan keperwiraan juga.’ (5.61) Yudas sudah memerintahkan mereka untuk tinggal di Yudea, namun mereka tidak menurut. Lagipula, menurut penulis 1 Makabe, ‘tetapi mereka bukan keturunan dari orang-orang yang tangannya diserahi penyelamatan Israel.’ (5.62) These men came not of the seed of those, by whose hand deliverance was given unto Israel (σωτηρία Ισραηλ). Dalam hal ini penulis 1 Makabe mengikuti asumsi jaman ketika ia menulis (abad ke-2 SM) bahwa lewat garis keturunan Makabe inilah YHWH telah menyelamatkan Israel (soteria Israel). Walau tentunya pandangan ini pada akhirnya terbukti salah (keturunan Makabe ini nanti yang akan melahirkan generasi Herodes walau sudah melalui banyak kawin campur), namun pandangan bahwa seorang penyelamat Israel harus memiliki garis keturunan yang legit ini juga digunakan oleh Matius, misalnya, dalam melukiskan bagaimana Yesus adalah keturunan Abraham, keturunan Daud. And I’m never too tired to point out betapa σωτηρία Ισραηλ/soteria Israel/keselamatan Israel memiliki makna primer ‘keselamatan dari bangsa asing’ yang dapat membantu kita memahami bagaimana, misalnya, murid-murid Yesus pun memaknai panggilan Yesus demikian, beranggapan bahwa Yesus akan menyelamatkan mereka dari penjajahan Romawi dan menjadi Raja Israel dengan menumpas bangsa Romawi.

Untuk menegaskan betapa keturunan Makabe ini merupakan ‘orang-orang yang tangannya diserahi penyelamatan Israel’, penulis melanjutkan dengan mengkontraskan Yusuf dan Azarya dengan Yudas: “adapun pahlawan Yudas serta saudara-saudaranya mendapat kehormatan besar di depan segenap Israel dan semua bangsa-bangsa lain dimanapun juga nama mereka terdengar.” (5.63) Yang dilanjutkan dengan kemenangan Yudas atas bani Esau (selatan Yehuda) dan di tanah Filistea. (5.64-68)

Setelah melewati berbagai peperangan ini, Yudas pun kembali ke Yudea (5.68).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s