1 makabe 4

Pertempuran di dekat Emaus (1 Mak 4.1-25)

Pertempuran pertama dipimpin oleh Gorgias yang memimpin lima ribu orang pasukan jalan dan seribu orang pasukan berkuda. Mereka berhadapan dengan Yudas dan rakyat Yudea di Emaus. Sebelum berperang, Yudas menguatkan para pengikutnya.

“Jangan takut karena jumlah mereka yang besar itu dan jangan cemas terhadap serangan mereka! Ingatlah bagaimana nenek moyang kita diselamatkan di dekat Laut Merah ketika dikejar oleh Firaun dengan balantentaranya. Nah, sekarang, baiklah kita berseru kepada Sorga, semoga Tuhan berkenan kepada kita dan ingat akan perjanjian dengan nenek moyang kita lalu pada hari ini juga mengempur bala yang di hadapan kita itu. Maka sekalian bangsa akan mengetahui bahwa ada Satu yang menebus dan menyelamatkan Israel.” (4.8-11)

Hari itu, tiga ribu orang pasukan musuh tewas. Yudas merampasi perkemahan mereka pula; dirampasinya banyak emas, perak, dan kain ungu serta kain merah lembayung dan kekayaan besar lainnya. Menyanyilah mereka kepada Sorga,

“Sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” (4.24)

Sebab, ujar penulis, pada hari itu, telah terjadi keselamatan besar untuk Israel. (4.25)

(i.e., arti ‘keselamatan’ dapat memiliki nuansa yang berbeda dengan apa yang kita pahami pada umumnya sekarang ini, dimana ‘keselamatan’ secara primer berarti ‘keselamatan jiwa ke surga’, dan dimana saat itu, arti ‘keselamatan’ berarti ‘selamat dari tangan musuh.’)

Lisias turun tangan (1 Mak 4.26-35)

Pasukan asing yang berhasil melarikan diri melaporkan kekalahan mereka kepada Lisias. Lisias sungguh tidak menyangka bahwa hal ini dapat terjadi. Karena itu, di tahun berikutnya, ia mengerahkan enam puluh ribu orang pilihan (dari lima ribu di pertempuran sebelumnya) dan lima ribu pasukan berkuda (dari seribu di pertempuran sebelumnya) untuk memerangi orang-orang Yahudi. Yudas sendiri, mempersiapkan sepuluh ribu orang untuk bertarung melawan mereka. Melihat bala tentara musuh yang kuat seperti itu, berdoalah Yudas,

“Terpujilah Engkau, ya Penyelamat Israel!

Telah Kaugagalkan serangan seorang yang gagah perkasa dengan tangan hamba-Mu Daud dan telah Kauserahkan pasukan orang Filistin ke dalam tangan Yonatan putera Saul serta biduandanya.

Demikianpun hendaklah Kauberikan bala ini ke dalam tangan umat-Mu Israel, sehignga mereka bermalu-malu tentara serta pasukan berkuda mereka. Curahkanlah ketakutan atas mereka, leburkanlah kesombongan mereka atas kekuatannya! Biarlah mereka goyah karena kekalahannya! Hendaklah Kaurebahkan mereka dengan pedang orang yang kasih kepada-Mu, supaya semua orang mengenal nama-Mu serta memuji Engkau dengan madah!” (4.30-33)

Pada hari itu, lima belas ribu tentara Lisias tewas. Lisias pun melarikan diri dan kembali ke Antiokhia.

Di kisah ini, kita mempelajari bahwa Yudas Makabe memaknai perjuangannya dengan terang kisah Daud yang mengalahkan Goliat. Yang lemah melawan yang kuat, yang kecil melawan yang besar. Dan mereka berhasil mengulangi kisah tersebut.

Bait Allah ditahirkan dan ditahbiskan (1 Mak 4.36-61)

Setelah berhasil memukul mundur Lisias, Yudas Makabe memutuskan untuk pergi mentahirkan Bait Allah dan menthabiskannya kembali. Sampai di Bait Allah mereka menemukan bahwa ‘Bait Suci terlengang, mezbah tercemar dan pintu gerbang terbakar. Di pelataran Bait Allah sudah tumbuh semak-semak seperti di belukar atau di salah satu gunung.’ (4.38) Mereka pun menyobek pakaiannya, mengaduh dengan sangat, dan menaburkan debu di atas kepalanya. Bertiaraplah mereka dan meniupi terompet pula sambil berseru ke Sorga.

Usaha mentahirkan Bait Allah pun dimulai.

Dipilihlah beberapa imam yang tak bercela dan taat setia pada hukum Taurat. Batu-batu kekejian diangkut keluar dari bait Allah. Mezbah kenistaan di bait Allah dibongkar, dan ditaruh di sebuah tempat, sampai ada seorang nabi yang bisa memberikan ketentuan mengenai apa yang harus dilakukan pada batu-batu itu. Sebuah hint yang menyatakan bahwa di masa itu, figur seorang ‘Nabi’ yang menerima Firman dari Allah seperti di Perjanjian Lama tidak ada saat itu. Selanjutnya, beberapa bagian yang rusak dibangun kembali. Mezbah yang baru dibangun menggunakan batu-batu yang utuh, sesuai dengan hukum Taurat (Kel 20.25). Bagian dalam dan pelatarannya dikuduskan. Perkakas kudus yang baru dan kandil, mezbah dupa, dan meja roti sajian dibawa masuk kembali ke dalam Bait Allah. Dan, akhirnya, dapat dipersembahkan kembali korban harum-haruman di ataz mezbah itu. Dinyalakan pelita-pelita di atas kandil. Roti-roti sajian ditaruh di atas meja roti sajian, tabir dipasang kembali. (bdk. Mat 27.51) Dengan demikian, selesailah segenap pekerjaan yang mereka lakukan. (4.41-51)

Dan, pagi-pagi benar pada tanggal 25 bulan Kislev, pada tahun 148 menurut penanggalan Yunani, datanglah mereka semua untuk mempersembahkan korban sesuai dengan hukum Taurat di atas mezbah korban bakaran baru yang telah dibuat mereka. Itu adalah hari yang sama dimana waktu itu orang-orang asing mencemarkan mezbah itu. Saat ini, yang ada adalah kidung pujian yang diiringi oleh gambus, kecapi dan canang. Mereka pun menyembah serta melantunkan lagu pujian ke Sorga. Delapan hari lamanya perayaan itu dilangsungkan. Segenap rakyat, sungguh diliputi sukacita yang sangat besar. Penghinaan oleh orang-orang asing itu sudah dihapus.

Dan, Yudas serta saudara-saudaranya dan segenap jemaat Israel menetapkan sebagai berikut: Perayaan penthabisan mezbah itu tiap-tiap tahun harus dilangsungkan dengan sukacita dan kegembiraan delapan hari lamanya mulai tanggal dua puluh lima bulan Kislev. Sebuah perayaan yang kita kenal sekarang dengan nama perayaan Hanukkah. (bdk. dengan kisah Yesus di hari perayaan Pentahbisan Bait Allah di Yoh 10.22-39)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s