nyanyian ziarah

Mazmur 120-134 ditandai dengan judul ‘nyanyian ziarah’ di setiap mazmur. Hal ini menandai bagaimana mazmur-mazmur ini digunakan, yaitu dalam perjalanan ziarah rakyat Israel ketika mereka sedang menuju Yerusalem untuk merayakan hari-hari raya tertentu (think the story of Mary, Joseph, and Jesus in Luke 2). Mazmur-mazmur ini mengungkapkan berbagai perasaan rakyat Israel ketika mereka mesti menempuh perjalanan ke Yerusalem yang terkadang dirintangi oleh berbagai macam marabahaya, namun di sisi lain menimbulkan suatu sukacita yang begitu melimpah ketika mereka berhasil mencapai Yerusalem. “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?” (121.1) “Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah YHWH.'” (122.1) “Terpujilah YHWH yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka!” (124.6) “Mari, pujilah YHWH, hai semua hamba YHWH!” (134.1) Hidup adalah sebuah perjalanan, dan nyanyian-nyanyian rakyat Israel ini sepatutnya kita nyanyikan pula sebagai bagian dari perjalanan hidup ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s