.pegawai istana di kapernaum.

Yoh 4.46-53

Hm. Yang di Yohanes itu ternyata seorang pegawai istana (basilikos), bukan seorang perwira (hekatontarchos) seperti di Mat 8.5-13 || Luk 7.1-10. ESV Study Bible (Andreas J. Köstenberger) mengomentarinya: “The healing of the official’s son resembles that of the Gentile centurion’s servant in Matt. 8:5–13 and Luke 7:2–10, but this is not the same incident.”

Herman Ridderbos mengomentarinya demikian:  “The view that the story that now follows is a variant of the healing narrated in Mt. 8:5-13 and Lk. 7:1-10 is widespread. The basilikos in Jn. 4:46 is then said to be the same person as the centurion or Mt. 8:5; Lk. 7:2. This identification is not in itself impossible because in vs. 46b the basilikos is said to be someone in the service of King Herod Antipas (really a tetrarch but popularly called a king). Hence he could be a military man, though basilikos rather suggests a court official. But there are other more striking similarities between the two stories: Capernaum as the place or residence of the official, healing from a distance, the father’s pleading for his child (in Matthew the παῖς could also be a son, though in Luke he is clearly a slave).

But there are also conspicuous differences. In John, in contrast with the Synoptics, Jesus is in Cana, and the view (partly based on that fact) that vs. 46 is a later addition and that the story originally began with “Now there was a royal official at Capernaum” (cf. 3:1) lacks all textual support and runs into conflict in vs. 52 (“yesterday”). Furthermore, the thrust of the two stories differs to a considerable degree. In the Synoptics the central subject is a Gentile centurion, whom Jesus praises as a model of faith such as is not found in Israel. In John we are told nothing of a Gentile official. In response to his first request Jesus answers the official very critically and places him among the Jewish population (note the plural in vs. 48). His faith is mentioned only in the second place (vss. 50 and 53, after the fact). If one wishes to trace the two stories back to a single event, one had to assume that the Evangelist regarded the father’s conduct from a totally different theological viewpoint and reshaped the entire story in terms of that viewpoint. This constitutes an identification, therefore — one that is not very persuasive — of two tradition with two sharply divergent theological profiles.” (The Gospel of John: A Theological Commentary, p. 174-5)

F. F. Bruce juga sepakat dengan hal ini: “There is nothing to suggest that this man was a Gentile, as was the centurion of Matt. 8:5—13 and Luke 7:2—10, whose ‘servant’ (pais, Matthew) or ‘slave’ (doulos, Luke) was cured on one occasion when Jesus was in Capernaum.” (The Gospel of John:  Introduction, Exposition, Notes, p. 117)

C. K. Barrett berpendapat bahwa selain dengan kisah penyembuhan hamba seorang perwira di Kapernaum (Mat 8.5-13, Luk 7.1-10), kisah ini juga serupa dengan kisah penyembuhan anak seorang perempuan dari bangsa Siro-Fenisia (Mrk 7.24-30, Mat 15.21-28), dengan melihat bagaimana ‘the petitioner is met by with what at least appears to be a rebuff’ (The Gospel According to St. John: An Introduction with Commentary and Notes on the Greek Text, p. 245) dan yang disembuhkan sama-sama anak dari seorang orang tua. Ia menambahkan bahwa mungkin kisah ini berbeda dengan kisah di Luk 7.1-10, namun Yohanes menggunakan Lukas sebagai salah satu sumber referensinya dalam mengembangkan bentuk kisah yang akan ia sampaikan. Selain itu, ia juga menghighlight bagaimana Matius mengkontraskan antara perwira di Kapernaum ini dengan ‘anak-anak Kerajaan’ (huioi tes basilikos) di kisahnya (Mat 8.12), sedangkan Yohanes menggunakan kata basilikos (pegawai istana) untuk melukiskan tokoh utama di kisah ini, yang mungkin menandai bagaimana pegawai istana ini adalah huioi tes basilikos yang sejati. Ia juga menandai perbedaan antara sikap perwira di Kapernaum yang dua kali tidak berani bicara langsung dengan Yesus, melainkan dengan perantaraan orang lain, sedangkan pegawai istana di Kapernaum ini berani mendekati Yesus.

Jadi, beberapa kemungkinan mengenai relasi ketiga teks ini:

1. Event pegawai istana di Injil Yohanes ini berbeda dengan perwira di Injil Matius/Lukas.

2. Atau, Yohanes & Lukas sama-sama menggunakan Matius yang menggunakan kata pais, yang bisa berarti hamba/anak, namun Lukas mengeditnya menjadi doulos yang berarti hamba, sedangkan Yohanes mengeditnya menjadi huios yang berarti anak.

3. Dan, mungkin juga Yohanes mengenali tradisi kisah penyembuhan anak perempuan dari bangsa Siro-Fenisia seperti yang terdapat di Injil Matius, dan kisah ini turut mempengaruhi bagaimana ia mengisahkan kisahnya (request-rebuke-response).

4. Di sisi lain, untuk menghormati independensi pemikiran Yohanes, kisah ini juga bisa diterangi dengan bagaimana kisah ini diawali dengan ‘maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana ia membuat air menjadi anggur’ (Yoh 4.46), dan diakhiri dengan ‘dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika ia pulang dari Yudea ke Galilea’ (Yoh 4.54), yang menggemakan kisah air menjadi anggur di Kana (tanda pertama – Yoh 2.11), yang juga memiliki struktur yang sama (request-rebuke-response).

5. Mengenai alasannya sendiri yang menarik, terutama mengenai mengapa perwira di Kapernaum ini dilukiskan di Lukas sebagai orang yang memiliki ‘iman sebesar ini tidak pernah aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel’ (Luk 7.9), sedangkan di Yohanes ditegur terlebih dahulu karena ‘jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.’ (Yoh 4.48) Perwira di Kapernaum ini ditekankan ke-non-Yahudi-annya di Matius/Lukas, untuk menunjukkan bagaimana di era eskatologis yang baru, kaum non-Yahudi pun akan termaktub di dalam umat Allah. Sedangkan, kisah pegawai istana di Kapernaum seperti yang dikisahkan di Injil Yohanes ini mengikuti komentar Yohanes mengenai betapa Yesus ‘tidak dihormati di negerinya sendiri’, yang mengindikasikan kritik Yohanes terhadap iman bangsanya sendiri. (dengan demikian, maka pegawai istana ini merupakan orang Yahudi di kisah Yohanes; pegawai istana yang dimaksud mungkin adalah pegawai istana Herodes Antipas, raja boneka di Galilea)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s