.resurrection is real.

empty-tomb

Sama seperti kematian dan penderitaan itu nyata, kitapun juga memiliki pengharapan yang nyata. Yesus dari Nazaret telah menghisab seluruh penderitaan dunia ke dalam dirinya ketika ia disalib; dan ia pun telah mematahkan kuasa maut ketika ia bangkit dari mati. Seperti penulis Ibrani menuliskannya, karena kita adalah anak-anak dari darah dan daging [flesh-and-blood], maka Ia juga menjadi sama dengan kita, darah dan daging, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan Iblis, yang berkuasa atas maut. Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, karena itu Ia dapat menolong kita yang dicobai. (bdk. Ibr 2.14-18)

Pada akhirnya, kita berpengharapan pada suatu hari dimana ‘ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.’ Dan, Ia yang duduk di atas takhta itu akan berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” (bdk. Why 21.4-5)  Untuk sekarang, kita dapat bergabung dengan Rasul Paulus dalam mengharapkan momen kebangkitan badani itu dengan melantunkan doa,

ubi est mors victoria tua;
ubi est mors stimulus tuus?
(1 Kor 15.55)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s