.simeon dan hana (2).

Ketika Yusuf dan Maria masih terheran-heran dengan apa yang dikatakan oleh Simeon, Simeon memberkati anak itu dan berkata kepada Maria, bahwa anak ini akan menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang. Tak sedikit orang Israel yang berpengharapan seperti Simeon, menantikan ‘penghiburan bagi Israel’, walau bukannya tidak mungkin juga bahwa cara Allah akan membawa ‘penghiburan bagi Israel’ itu akan tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Akan menjadi seperti inilah anak ini. Ia memang akan membawa ‘penghiburan bagi Israel’, namun bagaimana caranya ia akan membawa ‘penghiburan bagi Israel’ ini justru akan menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel, dan menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan pula. Supaya menjadi nyata, bahwa pikiran hati banyak orang mengenai bagaimana Allah akan membawa ‘penghiburan bagi Israel’ ini ternyata salah, dan pada akhirnya hanya merefleksikan kondisi hati mereka sendiri yang sebenarnya juga membutuhkan ‘terang’ itu pula.

Bahkan, Maria pun akan kena dampaknya — ‘suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri’ — yang mengarahkan kita kepada Salib, dan membayangkan apakah kata-kata Simeon ini ada di benak Maria, ketika ia menyaksikan putranya disalib?

Kemudian, adapun juga seorang yang bernama Hana. Ia nabi perempuan, berasal dari suku Asyer, sudah sangat tua umurnya, dan sekarang ia janda. Ehm. Double, triple, quadruple minority? Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan, dengan merujuk kepada reaksinya setelah melihat bayi Yesus, yang dikatakan demikian, ia “berbicara tentang anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem”, yang sangat mungkin juga merefleksikan hatinya sendiri, sebagai orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Ia bercerita tentang anak itu kepada semua orang yang juga memiliki penantian yang serupa dengan dirinya.

Ia, dengan demikian, sama seperti Simeon. Simeon yang menantikan ‘penghiburan bagi Israel’, Hana yang menantikan ‘kelepasan untuk Yerusalem’, dan keduanya menemukan jawaban penantian seumur hidup mereka ini ketika mereka melihat bayi Yesus.

Simeon, memuji Allah dan berkata tentang anak ini kepada Yusuf dan Maria. Hana, mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang anak ini kepada semua orang. Yang menantikan ‘penghiburan’ dan ‘kelepasan’, akan menemukannya dalam diri Yesus Sang Mesias, dan mereka akan memuji dan berkata kepada orang lain; mengucap syukur dan berbicara kepada semua orang. Praise God, tell others.

Dan, akhirnya, setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan (proses pentahiran ini), kembalilah mereka ke Nazaret di Galilea (dari Yerusalem di Yudea).

Anak ini pun, sama seperti sepupunya, Yohanes, bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padanya. (Luk 2.40 || Luk 1.80)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s