.kita, kamu, dan kami (2).

Kamu

Yang mungkin paling mudah diidentifikasi adalah ‘kamu’, lewat sebuah referensi di Ef 2.11, demikian,

Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu — sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat … (Ef 2.11)

‘Kamu’, jemaat di Efesus ini, merupakan orang-orang non-Yahudi menurut daging/keturunan; orang-orang yang tidak bersunat (lahiriah). Hal ini kontras dengan ‘mereka’, dimana kelanjutan ayat tersebut, demikian,

… oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia — (Ef 2.11)

i.e., ‘mereka’ adalah orang-orang Yahudi menurut daging/keturunan; orang-orang yang bersunat (lahiriah).

Hal ini signifikan, karena ‘mereka’ pernah dibandingkan dengan…

Kami

Sebenarnya dahulu kami juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. (Ef 2.3)

Perbedaan antara ‘kami’ dengan ‘mereka’ adalah walaupun sama-sama orang Yahudi secara keturunan, ‘kami’ sekarang berada di dalam Kristus. Di sini, Paulus menggunakan kata ganti jamak orang pertama untuk mewakili orang-orang Yahudi yang percaya pada pemberitaan Injil Yesus Sang Mesias. Dengan demikian, ‘kami’ dan ‘kamu’ membentuk satu umat Allah yang terdiri dari orang-orang Yahudi (secara lahiriah) dan orang-orang non-Yahudi (secara lahiriah), yaitu…

Kita

Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (Ef 2.14-16)

Di dalam Yesus, kedua pihak itu, kaum Yahudi (‘kami’/’mereka’) dan non-Yahudi (‘kamu’) telah dipersatukan oleh salib:

Ia datang untuk memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ [non-Yahudi] dan damai sejahtera pada mereka yang ‘dekat’ [Yahudi], karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. (Ef 2.17-18)

Walau, tentunya, akan ada dari ‘mereka’ yang menolak, yang mengakibatkan adanya perbedaan antara ‘kami’, representasi kaum Yahudi yang berada di dalam Kristus, dengan ‘mereka’, kaum Yahudi yang tidak berada di dalam Kristus. Tentunya pula, akan ada dari kaum non-Yahudi yang tidak berada di dalam Kristus, namun karena dalam surat ini tujuannya adalah jemaat di Efesus, ‘kamu’ digunakan untuk merepresentasikan kaum non-Yahudi yang berada di dalam Kristus.

Dengan menjawab ‘kita’, ‘kamu’, dan ‘kami’ demikian, bagaimanakah jika kita membaca ulang bagian pertama surat Efesus ini (1.1-3.13) sekali lagi, yang mungkin akan menghasilkan satu pembacaan yang baru terhadap bagian ini, misalnya, dengan teks-teks yang cukup populer seperti Ef 1.4, Ef 2.8-10?

Selanjutnya, kita akan mencoba membaca beberapa hal dari bagian pertama surat Efesus ini dengan menggunakan cakupan ‘kita’, ‘kamu’, dan ‘kami’ seperti yang tertulis di sini.

(For those who are curious, I am writing this series to answer a question from one of my AKTBs)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s