.pax dei.

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan
damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
(Luk 2.14)

Kemarin KTB kami membahas perikop narasi kelahiran Yesus di Luk 2.1-20. Dalam panduan kajian Alkitab yang kami ikuti, ada satu bagian yang membahas nyanyian ‘bala tentara sorga’ yang meresponi perkataan malaikat kepada gembala di padang. Dan ada satu subpertanyaan yang menanyakan maksud frase ‘damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.’

Yang akhirnya sempat menghasilkan sebuah diskusi menarik mengenai arti dan cakupan ‘manusia yang berkenan kepada-Nya’, yang (untuk menggunakan istilah teknis) mungkin mirip dengan pembahasan mengenai ‘limited atonement’ dan kawan-kawannya. Saya sendiri hanya diam saja melihat mereka saling berdiskusi, yang dikarenakan saya sebenarnya menganggap hal itu sebagai hal yang non-issue dan mungkin malah bukan hal yang dibahas dalam teks tersebut.

Sempat pula saya menggoda mereka di pertanyaan selanjutnya yang menanyakan respon gembala setelah malaikat-malaikat itu pergi, dengan menjawab, “Gembala-gembala itu saling berdiskusi satu sama lain mengenai siapa ‘manusia yang berkenan kepada-Nya’ itu.” =p Anyway, yang terjadi sesungguhnya adalah gembala-gembala itu pergi ke Betlehem setelah malaikat-malaikat meninggalkan mereka, dan menceritakan kepada Yusuf dan Maria mengenai segala sesuatu yang telah mereka dengar. Mereka menjadi saksi. Atau, jika menggunakan pembahasan mengenai umat pilihan, hakekat ini merupakan sebuah mandat, bukan saja sebuah berkat. (untuk menggunakan trias-identitas Pak Eka: hakekat, mandat, berkat)

Mengenai nyanyian ‘bala tentara sorga’ itu sendiri yang sampai sekarang menjadi nyanyian yang sangat akrab dengan umat kristiani di berbagai tempat (Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi = Gloria in Excelsis Deo), kalimat kedua di nyanyian tersebut mungkin akan menggemakan pernyataan Kaisar Romawi jika ia baru saja menguasai sebuah daerah yang baru. Pax Romana (Roman Peace) adalah frase untuk menyimbolkan ‘perdamaian’ yang terjadi di daerah kekuasaan Romawi, walau hal ini sering kali tercapai lewat perang dan dipaksakan. Satu hal yang tak jarang masih populer di dunia saat ini: untuk mencapai perdamaian lewat perang.

Karena itu, ‘damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya’ menyatakan uluran tangan Allah untuk berdamai dengan manusia, layaknya seorang Raja yang menawarkan perdamaian kepada daerah yang selama ini memberontak kepadanya. Walau, kali ini uluran perdamaian ini tidak akan datang dengan paksa, ataupun dengan perang dan kekerasan, melainkan dengan lahirnya seorang bayi yang ‘dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.’ Inilah damai dari Allah. Pax Dei. Tentunya sebuah pengalaman yang mengherankan bagi gembala-gembala itu. Raja yang lahir dalam palungan? Well, mungkin kali ini akan ada seorang raja yang akan bisa memahami kita, tidak seperti raja-raja lainnya…

Pembahasan keseluruhan perikopnya sendiri sangat menyenangkan. Sudah cukup terbiasa dengan narasi tersebut dengan bertahun-tahun mendengarnya pas Natal (dan, bagi beberapa dari kami, berbelas-belas tahun sejak Sekolah Minggu), membaca ulang perikop ini dengan detil sangatlah menyegarkan. Tak henti-hentinya kami terkesima dengan bagaimana Lukas menyandingkan elemen-elemen rajani dengan elemen-elemen hamba. Kaisar, Malaikat, Juruselamat (salah satu gelar Kaisar Romawi adalah Juruselamat), Mesias, Tuhan (dalam konteks Yunani-Romawi, merupakan gelar Kaisar; dalam konteks Yahudi, merupakan transliterasi nama YHWH), Daud, bala tentara sorga, dilekatkan dengan palungan, gembala, padang, kawanan ternak, bayi, lampin. Apa yang telah dipersatukan oleh Allah, janganlah diceraikan manusia.

Dan Maria pun menyimpan segala perkara ini di dalam hatinya, dan merenungkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s