1 makabe 2.29-48

Penyerangan di hari Sabat (1 Mak 2.29-41)

Matatias dan anak-anaknya bukanlah satu-satunya gerakan perlawanan terhadap proses Helenisasi oleh Antiokhus Epifanes. Pada waktu itu, ada juga banyak orang yang mencari kebenaran dan keadilan dengan cara mengasingkan diri ke padang gurun. (2.29-30)

Namun, hal ini diketahui oleh petugas raja dan pasukan yang berada di Yerusalem. Karena itu, banyak tentara yang diutus untuk mengejar orang-orang Yahudi ini. Dan mereka memutuskan untuk menyerang orang-orang ini pada hari Sabat. (2.31-33)

Ketika pasukan ini menyuruh orang Yahudi untuk keluar dan patuh pada titah raja, berikut jawab orang-orang Yahudi ini:

“Kami tidak akan keluar! Kamipun tidak akan berbuat pula menurut titah raja dan tidak juga kami mencemarkan hari Sabat.” (2.34)

Dan akhirnya pasukan ini pun menyerang mereka.

“Orang-orang Yahudi tidak membalas sama sekali, tidak dilemparkannya batu kepada musuh, dan tidak juga direbutnya persembunyian itu.” (2.36)

“Marilah kita mati dengan hati yang lurus! Langit dan bumi menjadi saksi bagi kami, bahwa kalian menewaskan kami dengan sewenang-wenang!” (2.37)

Pada hari Sabat itu, kurang lebih seribu orang Yahudi tewas. (2.38.)

Kejadian ini membuat Matatias dan anak buahnya memikirkan ulang mengenai apa yang harus dilakukan jika mereka mengalami hal yang serupa. Haruskah mereka melawan? Ataukah haruskah mereka tetap menjaga hari Sabat? (2.39-40)

Akhirnya, mereka mengambil keputusan demikian:

“Apabila seseorang menyerang kita untuk bertempur pada hari Sabat, maka kita akan bertempur dengannya, jangan-jangan sampai kita mati seperti saudara-saudara kita telah mati di persembunyian-persembunyian itu.” (2.41)

Di sini kita melihat sebuah kisah tragis dimana seribu orang tewas demi menjaga hukum Taurat mereka. Dan, di sisi lain, kita juga melihat sebuah pergumulan dari kelompok lain mengenai apa arti menjaga hukum Taurat di dalam situasi itu, yang berakhir dengan jawaban berbeda. Bagi kelompok Matatis, untuk menjaga hukum Taurat berarti harus melawan, walau itu berarti harus melanggar hari Sabat. Di sini kita melihat bagaimana pergumulan dalam menjaga hukum Taurat dapat berakhir di dua kesimpulan yang berbeda sama sekali, walau didasari dengan kerinduan yang sama untuk menjaga hukum Taurat.

Dan, tentunya, di era Perjanjian Baru kita juga familiar dengan kisah-kisah Yesus di hari Sabat yang juga banyak menimbulkan kontroversi dimana Yesus seringkali dituduh ‘melanggar hari Sabat.’ Membaca kisah di 1 Makabe ini mungkin dapat membantu kita dalam menghargai pergumulan bangsa Yahudi saat itu dalam menjaga hukum Taurat, khususnya dalam menjaga hari Sabat.

Kegiatan Matatias serta anak buahnya (1 Mak 2.42-48.)

Kemudian, mulai bergabunglah orang-orang Yahudi lain yang juga melarikan diri dari penindasan bangsa asing ini ke dalam gerakan Matatias dan anak-anaknya. Mereka semua, oleh penulis 1 Makabe, diberi julukan sebagai ‘barangsiapa yang berbakti kepada Taurat.’ (2.42) Untuk ambil bagian dalam gerakan perlawanan ini adalah untuk berbakti kepada Taurat.

Matatias membentuk tentara, dan mulai menghantam tentara Antiokhus Epifanes ini. Mereka berkeliling dan merobohkan mezbah pengorbanan. Mereka memaksa orang tua-orang tua untuk menyunatkan anak-anak mereka yang belum bersunat karena titah raja itu. Di akhir perikop ini, penulis 1 Makabe berkomentar, “Taurat direbut [kembali] dari tangan orang asing dan dari tangan para raj dan tidaklah mereka biarkan orang berdosa itu berkuasa.” (2.48.) Taurat, kembali ditegakkan di tanah suci.

Kembali di sini kita melihat bagaimana aksi Matatias dan anak buahnya tidak bisa dilepaskan dari keinginan mereka untuk berbakti kepada Taurat, dan untuk menegakkan kembali Taurat di Israel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s