1 makabe 2.1-28

Matatias dan anak-anaknya (1 Mak 2.1-14)

Di tengah situasi yang kelam seperti itu, ada seorang yang bernama Matatias bin Yohanes bin Simeon, seorang imam dari keluarga Yoarib, yang lari dari Yerusalem dan menetap di kota Modein.

Ia memiliki lima anak, yaitu:

  • Yohanes, dengan sebutan Gadi,
  • Simon, dengan sebutan Tasi,
  • Yudas, dengan sebutan Makabe,
  • Eleazar, dengan sebutan Avaran,
  • Yonatan, dengan sebutan Apfus.

Melihat semua kekejian yang terjadi di Yerusalem dan Yehuda, Matatias pun meratapi nasibnya, yang mesti menyaksikan keruntuhan bangsanya, Kota Suci, dan Bait Allah di tangan bangsa asing. (2.6-13)

“Lihatlah, apa yang kudus bagi kita, segenap keindahan dan kemuliaan kita sudah dipunahkan serta dicemarkan oleh orang asing. Apa gunanya hidup bagi kita lagi?” (2.12-13)

Matatias dan anak-anaknya pun menyobek pakaian mereka dan mengenakan kain karung dan sangat berkabung. (2.14)

Perikop ini menjadi transisi antara apa yang terjadi di 1 Mak 1 dengan perjuangan Yudas Makabe dan saudara-saudaranya nanti. Setelah memperkenalkan tokoh antagonis, Antiokhus Epifanes, di pasal 1, maka di sini tokoh-tokoh protagonis diperkenalkan.

Di sini kita melihat nama-nama yang nantinya akan cukup umum di masa Perjanjian Baru, yang mungkin dikarenakan orang tua di jaman itu menginginkan anaknya bisa mengikuti teladan Matatias dan anak-anaknya ini. Matatias serupa dengan nama Matius dan Matias. Kita juga akrab dengan nama Yohanes. Simon dan Yudas, pemimpin utama gerakan ini, juga menjadi inspirasi nama banyak orang di jaman Perjanjian Baru. Yudas dari Galilea yang hidup di awal abad pertama juga melakukan pemberontakan. Yudas Iskariot, kita mengenal kisahnya dengan akrab. Nama rasul yang lain, Yudas (bin Yakobus). Rumah tempat Saulus tinggal ketika ia berada di Damaskus, milik seorang yang bernama Yudas. Nama depan Barsabas, salah satu rekan Paulus selain Silas: Yudas.

Salah satu nama murid Yesus bernama Simon orang Zelot, yang menandakan tendensinya untuk melakukan pemberontakan. Nama Rasul yang paling terkenal: Simon (Petrus/Kefas). Dua dari saudara-saudara Yesus bernama Simon dan Yudas. Rumah tempat Yesus menginap di Betania milik seorang yang bernama Simon (si kusta). Yang membantu Yesus dalam memikul salib: Simon (dari Kirene). Nama ayah Yudas (Iskariot): Simon. Orang yang mengadakan sihir di Samaria: Simon. Tempat tinggal Petrus di Yope milik seorang yang bernama Simon (sang penyamak kulit).

Survei singkat seperti ini mungkin bisa mengilustrasikan betapa populer dan umumnya nama Simon dan Yudas di masa Perjanjian Baru, yang mungkin pertama dikarenakan kedua nama ini merupakan nama dua Patriarkh Israel (Simeon dan Yehuda) dan kedua dikatalisasi oleh peran Simon dan Yudas Makabe dalam pemberontakan Makabe melawan Antiokhus Epifanes.

Kita juga melihat mulai adanya bentuk nama Yohanes, yang merupakan bentuk Yunani dari Yohanan/Yunus. Sedangkan Eleazar dan Yonatan merupakan bentuk nama yang tidak berubah dari jaman kerajaan. Jadi disini kita melihat adanya nama-nama yang tidak berubah dan juga nama-nama yang mulai berasilimasi dengan bentuk Yunani. Sebuah tanda bahwa masa ini merupakan masa transisi dimana Helenisasi mulai terjadi.

Percobaan korban di Modein (1 Mak 2.15-28.)

Kemudian, para pegawai raja yang bertugas untuk memaksa orang-orang Yahudi supaya mereka murtad, datang ke kota Modein untuk menuntut pengorbanan kepada dewa-dewa Yunani. Banyak orang Israel berhimpun, dan pegawai raja itu angkat bicara kepada Matatias, menyuruhnya untuk menjadi yang pertama untuk memberikan pengorbanan kepada dewa-dewa Yunani, karena ia adalah seorang yang terhormat di kota itu. (2.15-18.)

Matatias menjawab dengan menggemakan Yosua sekitar satu milenium sebelumnya,

Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi sri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah sri baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami.

Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan.

Titah raja itu tidak dapat kami taati dan kami tidak dapat menyimpang dari ibadah kami baik ke kanan maupun ke kiri! (2.19-22)

Celakanya, ketika Matatias mengucapkan kata-kata ini, ada seorang Yahudi yang mempersembahkan korban menurut titah raja. Naik darah pulalah Matatias. Ia langsung menggorok orang Yahudi itu, membunuh petugas raja itu, dan merobohkan mezbah pengorbanan itu. Mengenai apa yang dilakukan oleh Matatias, penulis kitab 1 Makabe berkomentar, “serupalah kerajinannya untuk hukum Taurat (zeal for the law) itu dengan apa yang telah dilakukan dahulu oleh Pinehas kepada Zimri bin Salom.” (1 Mak 2.26, bdk. Bil 25.5-15)

Lalu Matatias berteriak dengan lantang,

“Siapa saja yang rindu memegang hukum Taurat dan berpaut pada perjanjian, hendaknya ia mengikuti aku!” (2.27)

Dan mereka pun lari ke pegunungan dan meninggalkan segala harta milik mereka. (2.28.)

Di sini setidaknya ada tiga gema dengan baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru:

  1. Memilih untuk setia pada Allah yang menggemakan Yosua di Yos 24.15.
  2. Kerajinan demi Hukum Taurat (zeal for the law) yang serupa dengan Pinehas (Bil 25.5-15) dan akan menjadi cikal bakal etos kaum Farisi nanti. (bdk. Paulus di Gal 1.14, Fil 3.6)
  3. Lari ke pegunungan yang menggemakan motif kisah Daud yang bergerilya ketika ia berjuang melawan Saul, dan kemudian Absalom.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s