.tambahan kitab daniel (1).

Ada tiga bagian besar tambahan-tambahan pada kitab Daniel:

1. Doa Azarya dan lagu pujian Hananya, Misael, dan Azarya dalam perapian (Dan 3.24-90)

2. Kisah Susana dan Daniel (Dan 13)

3. Kisah Daniel, Bel, dan Naga Babel (Dan 14)

Berikut penjelasan mengenai ketiga bagian tersebut:

1. Doa dan lagu pujian dalam perapian

Bagian ini dinomori 3.24-90, untuk menandai bahwa bagian ini merupakan alternatif dari kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam perapian yang diceritakan di Daniel 3.24-30, setelah ‘Sadrakh, Mesakh, dan Abednego jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.’ (Dan 3.23)

Bagian ini dimulai dengan doa Azarya a.k.a Abednego (3.26-45) ketika ia berada di tengah-tengah api itu, dimana ia memohon ampun untuk dosa bangsanya yang membuat bangsanya dibuang ke Babel, dan doa memohon agar Allah melepaskan mereka dari kuasa jahat ini, supaya orang-orang mengetahui bahwa YHWH adalah Tuhan, Allah yang tunggal. Yang dilanjutkan dengan detil perapian tersebut (3.46-48), dimana api tersebut mencapai ‘lebih kurang empat puluh sembilan hasta’ (3.47; ca. 25 m) dan malah membakar habis orang-orang Kasdim (Babilonia/Babel) yang berdiri di sekitar perapian itu. Dan diakhiri dengan bagaimana malaikat Tuhan menyelamatkan ketiga pemuda Yehuda ini (3.49-50), di mana ‘di dalam perapian itu dibuatnya seolah-olah bertiuplah angin berembun. Maka api sekali-kali tidak menyentuh ketiga orang itu, bahkan tidak sampai menyakiti atau menghanguskan mereka.’ (3.50)

Karena itu, ketiga orang di dalam perapian ini melantunkan sebuah pujian bagi Allah yang telah menyelamatkan mereka, dengan struktur yang mirip dengan Mazmur 136, dimana pujian tersebut berbentuk demikian yang diulang-ulang:

[Isi]
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

[Isi] menceritakan kisah Allah dari penciptaan sampai karya Allah dalam menyelamatkan bangsa Israel untuk keluar dari perbudakan di Mesir.

Di 3.57-88 sendiri, bentuknya adalah demikian:

Pujilah Tuhan, [Isi]
Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya.

Dengan bagian [Isi] menceritakan karya penciptaan Allah, dari ‘hai segala buatan Tuhan’ di ayat 57 sampai ‘Hananya, Azarya, dan Misael’ di ayat 88. Dan ditutup demikian:

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,
bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Pujilah Allah di atas segala allah,
hai kamu semua yang takut kepada Tuhan,
bernyanyilah dan bersyukurlah,
bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
(3.89-90)

Bagian ini sendiri mungkin ditulis untuk menjawab pertanyaan apa yang terjadi di dalam perapian tersebut secara detil, dan menggunakan doa dan pujian ini sebagai contoh doa dan pujian yang harus diikuti oleh bangsa Israel ketika mereka menemukan masalah yang sangat besar, meneladani apa yang telah diperbuat terlebih dahulu oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s