.markus dan lukas.

Aku sedang membaca Intro to the NT sekarang, dan sekarang sudah masuk bab mengenai Injil menurut Markus. Berikut beberapa refleksi mengenai relasi antara Injil menurut Markus dan Injil menurut Lukas.

Injil menurut Markus sendiri secara tradisional ditulis oleh Yohanes Markus, seorang anggota jemaat mula-mula di Yerusalem, yang rumah ibunya, Maria, juga dipakai sebagai salah satu tempat untuk berkumpul dan berdoa. (Kis 12.12) Markus sempat ikut perjalanan Barnabas (pamannya, bdk. Kol 4.10, yang juga mungkin menandai kalau Markus masih muda) dan Paulus ke pulau Siprus, walau ia meninggalkan mereka ketika mereka sampai di Perga di Pamfilia (pesisir pantai selatan Turki saat ini). Alasannya sendiri tidak dijelaskan dengan pasti, hanya ditulis bahwa Markus ‘meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.’ (Kis 15.38.)

Ada yang berpendapat bahwa mungkin Markus merasa tidak siap dengan perjalanan ini, dimana mereka diutus dari Antiokhia (Syria), pusat jemaat kedua setelah Yerusalem, ke provinsi-provinsi yang secara mayoritas non-Yahudi. Kisah 13 sendiri mungkin merupakan awal bagian mayor kedua dari Kisah Para Rasul, dimana Kis 1-12 menceritakan gerakan jemaat di Yerusalem yang berujung pada lepasnya Petrus dari penjara dan matinya Herodes Agrippa I, cucu dari Herodes di kisah kelahiran Yesus, dan Kis 13-28 menceritakan gerakan jemaat di Antiokhia yang berujung pada ‘bebas’-nya Paulus dalam memberitakan kerajaan Allah di Roma.  Karena itu, natur perjalanan ini akan lebih berbahaya dan menyeramkan karena meliputi daerah-daerah yang belum ditelusuri sebelumnya. Apalagi, bagi seorang aseli Yerusalem yang mungkin hanya mengenal Yerusalem dan sekitarnya selama hidupnya, dan hanya bergaul dengan orang Yahudi sepanjang hidupnya.

Dan, peristiwa ini pula yang mengakibatkan Paulus menolak untuk membawa Markus untuk perjalanan keduanya, yang akan meliputi daerah-daerah yang bahkan jauh lebih luas ketimbang yang pertama (yang akhirnya mencapai Yunani). Barnabas, yang artinya anak penghiburan, memiliki pendapat lain mengenai hal ini. Ia ingin memberikan Markus kesempatan kedua. Akhirnya, selisih pendapat ini tidak dapat diselesaikan, dan kita menyaksikan peristiwa getir dimana Barnabas dan Paulus akhirnya berpisah dan menempuh jalan masing-masing. Barnabas membawa Markus ke Siprus, daerah pertama yang waktu itu mereka kunjungi pula dalam perjalanan pertama mereka, untuk melihat bagaimana keadaan mereka. (bdk. Kis 15.36) Sementara Paulus membawa Silas dan pergi ke Utara untuk meneguhkan jemaat di sana. (Siria dan Kilikia, tenggara Turki)

Beberapa referensi terhadap Markus di berbagai surat Paulus (Kol 4.10, 2 Tim 4.11, Flm 1.24) memberikan hint bahwa mereka akan berekonsiliasi lagi. Jika ketiga surat ini ditulis oleh Paulus ketika ia berada di Roma sebagai tahanan rumah, mungkin ini juga dapat menjelaskan relasi antara Injil menurut Markus dan Injil menurut Lukas, karena di dua dari tiga referensi tersebut (2 Tim 4.11, Flm 1.24), Lukas juga disebutkan di sana. Nama-nama yang bersilangan dalam tiga referensi tersebut adalah sebagai berikut: Aristarkhus (Kol, Flm), Markus (2 Tim, Flm), Lukas (Kol, 2 Tim, Flm), Demas (Kol, 2 Tim, Flm). Keempat orang ini termasuk dalam orang-orang yang menemani Paulus selama ia berada di penjara.

Lukas sendiri adalah seorang tabib yang juga menemani perjalanan Paulus sejak perjalanannya yang kedua (yang ditandai dengan perpisahannya dengan Barnabas dan Markus) sampai ia ditahan di Roma. Mungkin di Roma inilah Lukas mendapat sumber lain untuk ia gunakan dalam menulis Injil. Yaitu, Injil yang ditulis oleh Markus.

Injil menurut Markus, seperti yang sempat disebutkan di awal, secara tradisional ditulis oleh Yohanes Markus di Roma ketika ia mendiktekan khotbahnya Petrus di Roma. Petrus sendiri secara tradisional juga dianggap sebagai imam pertama di Roma (setidaknya sudah ada jemaat di Roma sebelum Paulus datang ke sana – bdk. surat Roma, 1 Pet 5.13), sebuah tradisi yang akhirnya juga berkembang pada keutamaan imam di Roma ketimbang di tempat-tempat yang lain (kepausan). Papias, imam di Hierapolis (Turki) di awal abad ke-2, kawannya Polikarpus, keduanya murid Rasul Yohanes, mengutip apa yang dikatakan oleh Rasul Yohanes (ada yang berpendapat kalau ini adalah seorang Yohanes yang lain, yang menulis Wahyu, yang dikenal dengan penatua Yohanes) mengenai Markus, seperti yang dikutip oleh Eusebius (abad ke-4 M) dalam bukunya Historia Ecclesiastica (Sejarah Gereja),

“This also the presbyter [Apostle John or Presbyter John] said: Mark, having become the interpreter of Peter, wrote down accurately, though not in order, whatsoever he remembered of the things said or done by Christ. For he neither heard the Lord nor followed him, but afterward, as I said, he followed Peter, who adapted his teaching to the needs of his hearers, but with no intention of giving a connected account of the Lord’s discourses, so that Mark committed no error while he thus wrote some things as he remembered them. For he was careful of one thing, not to omit any of the things which he had heard, and not to state any of them falsely.” (Historia Ecclesiastica 3.39.15)

Markus sendiri juga muncul dalam surat Petrus, dimana Rasul Petrus menyebutnya sebagai ‘anakku’ (1 Pet 5.13) di penghujung suratnya yang ditulis dari ‘Babilon’ (1 Pet 5.13), yang dianggap sebagai referensi terhadap Roma(wi) yang dianggap sebagai Babilon baru saat itu.

Jadi, sebuah reka ulang yang mungkin mengenai relasi antara Injil menurut Markus dan menurut Lukas adalah seperti ini. Ketika Paulus dan Lukas sampai di Roma, mereka juga bertemu dengan Markus (dan Petrus?) di sana, dimana saat itu mungkin Markus sudah menyelesaikan Injil-nya, yang merupakan catatan khotbah dari Petrus kepada jemaat di Roma. Dan Lukas menggunakan Injil menurut Markus ini sebagai salah satu sumber yang ia gunakan dalam menulis Injil-nya. (dalam pembukaan Injil-nya, Lukas menulis bahwa ‘banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita’… yang menandakan kalau ia mengetahui setidaknya lebih dari satu sumber) Injil menurut Lukas dan Kisah Para Rasul sendiri mungkin sudah ada draf-nya waktu itu, karena juga ada hipotesa bahwa Lukas mulai menulis karyanya (Injil dan Kisah Para Rasul) ketika Paulus dipenjara di Kaisarea selama dua tahun (Kis 24.27; apa yang Lukas kerjakan selama dua tahun itu?) dan mungkin mencapai bentuk akhirnya di Roma, setelah mendapatkan sumber-sumber lain di sana (dan pengalaman-pengalaman baru seperti perjalanan ke Roma di akhir Kisah Para Rasul), selama ia menemani Paulus ketika ia berada di dalam tahanan rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s