.kebijaksanaan salomo.

Buku ‘Kebijaksanaan Salomo’ (Wisdom of Solomon/Wisdom) merupakan sebuah buku yang ditulis di sekitar abad kedua atau pertama sebelum Masehi, dengan pengarang yang akrab dengan sistem budaya dan filosofi Yunani yang lebih dikenal saat itu dengan sebutan Hellenisme. Buku ini diperkirakan ditulis di Alexandria (Mesir), yang juga merupakan salah satu pusat Hellenisme saat itu. (sebagai perbandingan, Septuaginta, terjemahan Kitab Suci Ibrani dalam bahasa Yunani, juga diproduksi di sini)

Namanya sendiri terambil dari 9.7-8, yang berbunyi demikian,

Aku telah Kaupilih menjadi raja bagi umat-Mu ini
dan jadi hakim bagi para anak-Mu.
Engkau telah menyuruh untuk membangunkan
Bait Allah di atas gunung-Mu yang suci,
dan mezbah di kota tempat kediaman-Mu,
suatu tiruan Kemah Suci yang sejak awal mula sudah Kausiapkan.

Raja yang membangun Bait Allah, siapakan namanya?

Walau, jelas karena buku ini ditulis di abad ke-1 atau ke-2 SM, buku ini tidak ditulis oleh Salomo. Buku ini merupakan contoh dari tipe dokumen yang disebut pseudepigrapha, yaitu dokumen yang ditulis dengan mengasumsi pengarang yang hidup di masa lampau. Dan ini salah satu contohnya. Buku ini ditulis dengan menaruh perkataan-perkataan ini seolah-olah ditulis oleh Salomo. Tujuannya sederhana. Tokoh-tokoh di masa lampau ini adalah tokoh-tokoh yang dikagumi dan karena itu ‘tulisan’-nya memiliki otoritas yang lebih kokoh ketimbang ditulis oleh seorang yang ‘biasa-biasa saja’ dan karena itu akan memiliki pengaruh retoris yang lebih besar.

Dan, di sini, kita melihat seorang Salomo yang fasih dalam diskursus hikmat Hellenisme abad ke-2 SM, i.e., Salomo yang memadukan dua tradisi dengan indah: tradisi hikmat Ibrani (Amsal; secara literatur, gaya penulisan buku ini mirip dengan Amsal 1-9) yang diungkapkan dengan bentuk literatur Hellenisme.

Struktur buku ini sendiri adalah sebagai berikut:

Pasal 1-5 :: Hikmat: Orang benar vs Orang fasik
Pasal 6-9 :: Hikmat Allah
Pasal 10-19 :: Hikmat dan sejarah umat Allah

Tujuan buku ini sendiri bisa diuraikan dengan melihat akhir buku ini, bagaimana pembebasan umat Israel dari perbudakan di Mesir diceritakan dengan perspektif hikmat Allah (narasi yang disajikan dalam bentuk literatur hikmat ini sangatlah menarik dan menyegarkan), dan, dengan demikian, bagaimana umat Israel sekarang harus mengikuti hikmat Allah agar dapat keluar dari kondisi yang sama sekarang. (siapakah Mesir yang baru? Romawi?) Hikmat Allah yang demikian dapat ditelusuri dengan membaca dua bagian awal, yaitu di pasal 1-9. Di bagian pertama, pembaca dapat mengenali bagaimana kontras antara hikmat oleh orang benar dan oleh orang fasik. Dan, di bagian kedua, pembaca dapat mengenali hikmat Allah yang sejati, yang akan menuntun mereka untuk keluar dari situasi mereka sekarang yang mungkin mirip dengan apa yang dialami oleh nenek moyang mereka ketika mereka berada di Mesir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s