Takjub oleh Anugerah

indomie

Ditulis dalam Kehidupan sehari-hari oleh septian pada 25 Juni 2009

Saat ditanya mengenai bagaimana mengurangi inflasi, JK menjawab bahwa inflasi dapat dipengaruhi dari luar maupun dari dalam (negeri), dan ia pun berkata kepada SBY (dengan latar belakang iklan SBY presidenku yang diambil dari nada Indomie): “Kalau makan banyak Indomie nanti perlu banyak impor gandum pak…”

Di pertanyaan berikutnya, SBY masih memiliki beberapa waktu setelah selesai menjawab pertanyaannya, dan ia pun menyempatkan diri membalas ke JK: “Mie yang saya makan tidak 100% dari gandum pak, ada sagu dan singkongnya, jadi juga mendukung petani kita…”

lol this is fun. Indomie presidenku.

complete notes after the jump.

*

Opening statement (visi dan misi dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran):

Mega:

–ga nonton, lagi beli makan–

SBY:

1. Pertumbuhan ekonomi
2. Intervensi pemerintah (BLT, PNPM, KUR)

Hasil: tidak terlalu terpengaruh krisis global

Prioritas & agenda lima tahun:
1. Pertumbuhan ekonomi ~7%
2. Infrastruktur, sektor riil, investasi
3. Pedesaan, pertanian
4. Otonomi daerah

Target: Millenium Development Goals — kemiskinan separuh pada tahun 2007 dari 1990, ingin mengurangi separuh lagi by 2015

JK:

Tujuan bangsa: pembukaan UUD’45

tidak tercapai – kemiskinan dan pengangguran

15% kemiskinan, 8% pengangguran

miskin berhubungan dengan pengangguran

pengeluaran kurang karena pendapatan kurang

sebab: kepemilikan, pendidikan, akses

solusi: lapangan kerja dengan pendapatan yang cukup

lapangan kerja: investasi pemerintah dengan swasta, bekerja sendiri (butuh modal)

harapan: pendapatan naik, pengeluaran tidak naik

pemerintah: pendidikan kesehatan digratiskan, etc. mengurangi inflasi

lapangan pekerjaan tumbuh 2.1%
karena itu pertumbuhan ekonomi harus >6% supaya sesuai dengan pertumbuhan lapangan kerja
minimal 8% supaya kemiskinan berkurang

investasi infrastuktur pemerintah
iklim investasi swasta
revitalisasi pertanian (40% tenaga kerja): pupuk, kredit…
bukan cuma memberi ikan, pancing, perahu, namun agar dapat membuat pancing dan perahu (kemandirian)

1. Data: 35 juta, 60% di desa, hidup di bawah Rp 180rb/bulan

Ledakan penduduk

Nilai tukar petani

Usaha mikro (50 juta)

Rendahnya skill (60% lulusan SD ke bawah)

Bagaimana menstabilkan harga? Ledakan penduduk? Taraf hidup petani? Skill tenaga kerja?

SBY

Inflasi: insentif, meningkatkan produksi dalam negeri
Ledakan penduduk: KB
Petani: kredit bunga, subsidi pupuk, bibit.
Skill tenaga kerja: SMK, balai keterampilan, entrepeneurship

JK

Inflasi: bisa dari luar, bisa dari dalam; kontrol moneter pemerintah terhadap bunga (Bank Indonesia), hahaha makan banyak indomie perlu banyak impor gandum.
Petani: stop impor gas untuk kebutuhan pupuk.
Ledakan penduduk: KB

Mega

Petani: ketergantungan terhadap produk luar negeri harus dikurangi, kebutuhan pupuk (echo SBY-JK dan dirinya sendiri dulu ketika memerintah), akses yang mudah terhadap kondisi cuaca dari BMG.

Clip: miskin tak harus busung lapar

2. Millenium Development Goals

- Meningkatkan pendapatan kaum miskin
- Kesetaraan upah perempuan
- Kemiskinan di pemukiman kumuh

JK:
- pertumbuhan ekonomi 8%, kemiskinan akan turun 1.5%/tahun
- indonesia pernah punya presiden wanita, meminta BRI lebih mengutamakan perempuan karena dapat lebih dipercaya.
- rumah susun, air bersih

Mega:
- ga dijawab
- perempuan: setuju
- air bersih: sudah pernah dilaksanakan waktu memerintah

SBY:
- kasih kesempatan lewat usaha kecil, ketrampilan, pertanian. layanan pendidikan & kesehatan.
- Kredit Mikro bagi Perempuan (PNPM), ekonomi kreatif (batik, kerajinan, handicraft)
- relokasi (rumah susun, linear).

SBY to JK: mie yang saya makan ada sagu, singkongnya…

3. Pengangguran: 15.69 juta

pertumbuhan ekonomi padat karya <5%, komunikasi 20%

- investasi lebih cenderung tidak pada usaha padat karya. liberal? bagaimana UU investasi? sekarang tidak membedakan lokal maupun asing
- insentif fiskal: tidak fokus pada industri apa.

Mega:
- revisi UU investasi, mengutamakan padat karya: infrastuktur jalan,
- insentif investasi pembangunan bagian timur Indonesia (tax amnesty, tax holiday)

SBY:
- manufaktur dan infrastruktur
- insentif terhadap padat karya, ketahanan energi, ketahanan pangan, PNPM, Kredit Usaha Mikro.
@ perubahan undang-undang later saja, didorong dulu usahanya, iklimnya

JK:
- justru yang harus diperbaiki UU tenaga kerjanya, bukan UU penanaman modalnya
- meniru kemudahan fiskal Vietnam, India, Thailand, tidak perlu mengandalkan upah murah; bunga harus turun; listrik harus baik. –
4. Subsidi BBM Rp 55 triliun, subsidi pangan Rp 12 triliun

- bagaimana subsidi BBM? atau dialihkan kepada subsidi non-energi?
- jika BBM terpaksa dinaikkan, bagaimana mengatasi kenaikan harga barang yang lain?

SBY:
- masih perlu dilanjutkan, namun subsidi yang tidak tepat sasaran harus dikurangi
@ tidak boleh tergantung kepada BBM saja, harus mulai mengeksplor yang lain (gas).
@ SBY to JK mengenai listrik, klarifikasi. (mengenai listrik baca berita ini)

JK:
- subsidi diperlukan, yang dikurangi objek subsidinya. misal dulu minyak dan listrik. sekarang minyak kita ganti ke gas. mengurangi subsidi dengan teknologi.
- mobil pribadi harus pakai pertamax kalau BBM terpaksa naik, menambah BLT bagi rakyat miskin. (JK claimed BLT)

Mega:
- subsidi itu amanah konstitusi

5. Subsidi -> defisit APBN -> Hutang

JK:
- biaya operasional pemerintah terlalu besar -> penghematan
- utamakan hutang dalam negeri, likuidasi dalam negeri masih baik

Mega:
- prinsip: berhenti berhutang, harus percaya diri

SBY:
- penghematan, optimasi
- berhenti jual aset, privatisasi yang berlebihan

JK:
- gas LNG Tangguh, Mega menjual terlalu murah
- suku bunga hutang dalam negeri terlalu tinggi
- keppres sudah turun, cuma ga jalan2

6. UU ketenagakerjaan

Mega:
- outsourcing harus diperbaiki

SBY:
- efisiensi dan produktifitas, tidak perlu perbaikan UU ketenagakerjaan

JK:
- UU ini menarik, pengusaha tidak suka, buruh tidak suka, jadi gampang mengubahnya
- dwipartite dulu, buruh-pengusaha
- buruh mengenai isu outsourcing
- pengusaha mengenai sistem kontrak dan pesangon
- baru ke pemerintah

Mega:
- JK itu dulu pernah kerja sama saya
- Kerja saya bagus kan ya bu?
- Ya nggak dong.
- Revisi UU: outsourcing, kontrak dalam bahasa asing

7. Link and match antara pendidikan dan lapangan kerja (pengangguran terdidik), wirausaha

SBY:
- fasilitasi & sinergi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah (daerah)
- SMK diperbanyak dibandingkan SMA

JK:
- SMK:SMA = 60:40
- Kredit Mampu untuk anak-anak muda tanpa jaminan (3-20 juta)

Mega:
- Universitas harus lebih peka terhadap kondisi rakyat
- Pengangguran terdidik harus berani berkarya di luar Jawa (nice ans)

SBY:
- sinergi konteksual di daerah (bupati, lembaga pendidikan, swasta). masing-masing daerah yang tahu dengan persis apa yang dibutuhkan di sana.

(me: kalau begitu harusnya Ujian Daerah, bukan Ujian Nasional)

Kata penutup

Mega: Gotong-royong
SBY: Lebih tepat lebih baik lebih amanah
JK: Negeri kita kaya; saya siap melanjutkan Pak SBY, lebih cepat lebih baik.

15 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. hezron said, on 25 Juni 2009 at 9:37 pm

    blum selesai debatnya udah ditulis, siapa tau ntar banyak yg lebih lucu :-P

  2. hezron said, on 25 Juni 2009 at 9:56 pm

    tapi debat malam ini memang lebih “menghibur” lol

    • septian said, on 25 Juni 2009 at 10:07 pm

      kelar. haha JK kocak.

      Mega: “JK kan dulu pernah kerja sama saya…”
      JK: “Kerja saya bagus kan ya bu?”
      Mega: “Ya nggak dong…”

      lol.

      • Ind said, on 25 Juni 2009 at 11:43 pm

        Iya yang itu lucu banget… sampe pas di fb ada yang nulis gw langsung jadi pengen nonton… lol..

  3. yosua said, on 26 Juni 2009 at 9:37 am

    hah ini tadi malam? waduh rese gw ketinggalan..

    jadi overall yang capres punya lebih baik dari debat cawapres nya ga?

    • septian said, on 26 Juni 2009 at 10:10 am

      haha iya yos kmrn mlm. kmrn debat capres yg kedua, yg pertama jg bosen. mgkn nanti debat cawapres yg kedua juga lebih baik.

      jadwal selanjutnya:

      Selasa, 30 Juni – Debat Cawapres II – “Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”
      Kamis, 2 Juli – Debat Capres III – “NKRI, demokrasi, dan otonomi daerah”

      • yosua said, on 27 Juni 2009 at 12:37 am

        hoo “otonomi daerah” ini musti nonton punya..
        lo nonton nya di MNC jg? ini jadwal MNC bukan?

        • septian said, on 27 Juni 2009 at 9:42 am

          gw ntnnya streaming yos di imediabiz.tv (ada rcti, sctv, metro tv, trans tv, global tv) hehe

  4. Husri said, on 26 Juni 2009 at 10:48 am

    Bahan Indomie (sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Indomie)

    Tepung gandum (62%), minyak palm yang telah ditingkatkan kualitasnya dan mengandung antioksidan 319, zat tepung tapioka, garam, garam mineral 501 dan 500, serat sayurang 412 dan pewarna 101.

    Terbukti tidak 100% gandum :)
    Lanjutkan!!!

  5. hezron said, on 26 Juni 2009 at 2:45 pm

    teknik yang bagus adalah mengulur2 wkt sampe pertanyaan tak terjawab =P

  6. adhiiee said, on 26 Juni 2009 at 5:45 pm

    SBY ma JK lawan seimbang klo debat..hahaha..lebi menarik drpd yg pertama ya..

  7. Pemilih.com said, on 26 Juni 2009 at 6:43 pm

    Septian: Indomie…

    “Mie yang saya makan tidak 100% dari gandum pak, ada sagu dan singkongnya, jadi juga mendukung petani kita…”
    lol this is fun. Indomie presidenku.
    complete notes after the jump.
    Kata penutup
    Mega: Gotong-royong
    SBY: Lebih tepat lebih baik lebi……

  8. Lowongan Kerja said, on 9 Juli 2009 at 11:28 am

    yah.. semoga pemenang pemilu dapat memperbaiki kondisi negeri ini. Salam Kenal yah!


Tinggalkan Balasan