catatan harian 68
minggu, 25.5 – bangun
sudah beberapa hari ini saya seperti orang mati. hampa, kosong, hambar.
dan saya terbangun oleh khotbah hari ini. (terima kasih, kak)
walau, seperti orang yang baru bangun, saya masih mengusap-usap mata, mengeriang ke kiri dan ke kanan, mencoba memahami apa yang terjadi akhir-akhir ini.
sehabis ibadah siang ini, saya pergi ke city hall untuk menitipkan barang ke seorang teman yang akan kembali ke jakarta. dan abed ikut. kami ingin cari makan sesudah itu. dan sepanjang perjalanan saya seperti zombie, orang mati yang baru bangun, terkesan begitu linglung. (maaf bed aku seperti tidak niat meresponi apa yang kamu ceritakan tadi; terima kasih sudah banyak cerita)
setelah bertemu kawan tadi, kami pergi ke marina square. cari makan disana. sempat terpikir mungkin hal ini karena saya belum makan dari pagi. namun setelah makan ternyata sama saja.
sampai sekarang.
namun, aku harus bangun. aku tidak boleh tidur lagi. aku harus bangun, mandi, dan mulai mengerjakan apa yang tertinggal selama aku tertidur.
senin, 26.5 – fesimission
baru kembali dari santap malam bersama peter, membicarakan (lagi-lagi) rencana pelayanan misi fes (termasuk di dalamnya, fes-im) ke depan. baru berasa fesimis stres-nya sekarang hahaha. saya bener-benar harus memulai menulis sekarang. konsep-konsep yang berkeliaran di otak ini harus segera dijinakkan. yosh. (baru sadar kalau saya sangat ntu-centered; sulit sekali untuk mencoba melihat dari sudut pandang lain huhu)
selasa, 27.5 – hectic
ketika sudah mau pergi (lusa berangkat ke kota angin), segala hal terjadi secara bersamaan.
dilihat dari perspektif lain: ketika masih banyak waktu, mereka semua tidak pernah dikerjakan.
habis angin sepoi-sepoi datanglah angin ribut.





leave a comment