Lord, teach us to pray
let’s pray for Kenya.
Selasa, 29.01, 11pm: Saya baru saja menonton berita di CNN. Perundingan damai yang ditengahi oleh Kofi Annan sudah dimulai. Mari doakan agar perundingan damai ini sungguh menghasilkan buah. Kofi Annan berbicara mengenai pentingnya kedua belah pihak (pihak Presiden dan pihak oposisi) untuk mengutamakan identitas mereka sebagai orang Kenya ketimbang kesukuan mereka. Satu yang berkesan, di akhir pidatonya, ia berkata: “Mari kita mengingat dua hal dalam diskusi ini nanti: kesamaan kemanusiaan kita dan Tuhan adalah Tuhan.” Dan saya bilang amin pada saat itu. Manusia tidak didefinisikan terutama oleh suku ras golongan nya. Kita semua diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Seperti yang C.S. Lewis pernah bilang, “Next to the Blessed Sacrament itself, your neighbor is the holiest object presented to your senses.” Every single one of them!! Satu lagi yang berkesan yaitu ketika ia mengingatkan para pemimpin yang bertikai untuk mengingat bahwa rakyat bergantung kepada mereka. Oh betapa kuasa membutakan kita. Entah mengapa kita sering berpikir bahwa kita perlu memiliki kuasa terlebih dahulu sebelum mampu melakukan sesuatu. Saya jadi teringat oleh perkataan Tuhan Yesus yang bilang demikian, “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat 20.25-28) Mari berdoa untuk Kenya.
teks dan khotbah
Saya bingung. Khotbah di ibadah biasanya dimulai dengan pembacaan sebuah perikop Alkitab. Dan entah mengapa, setelah perikop ini selesai dibacakan, perikop itu tidak pernah dirujuk kembali sepanjang khotbah. :s Khotbahnya didasarkan pada ‘tema’ yang diambil dari perikop tersebut, namun pada akhirnya perikop tersebut tidak pernah digunakan dalam khotbahnya. Kenapa ya? Merasa aneh aja sih… seakan teksnya tidak memiliki hubungan dengan apa yang disampaikan. Ada yang bisa membantu?
Toko Buku FES
Dapat SMS dari Peter:
Did you know the bookstore’s to be closed down on 31? Just got email from colleague. IVP books are on 35%, others 30% off. Do you want to come down have a look someday?
Kabar duka: Toko buku FES bakal tutup T_T Mari segera ke sana untuk lihat-lihat dan beli buku. Banyak buku bagus lho di sana. Saya sendiri berencana untuk membeli seri ini. =) (sudah punya yang Matius dan Markus; sebenarnya serinya belum selesai, Kisah Para Rasul dan Wahyu akan keluar tahun ini, General Letters (1, 2 Petrus, 1, 2, 3 Yohanes, Yakobus, Yudas) akan keluar tahun depan) Berikut resensinya, seperti yang dimuat di selisip warta gereja hari ini:
Judul: Mark for Everyone
Pengarang: Tom Wright
Buku ini merupakan bagian dari seri ‘For Everyone’, sebuah seri uraian (commentary) Perjanjian Baru oleh N.T. Wright. Seri uraian ini didasarkan suatu pemikiran bahwa karena Alkitab adalah untuk semua orang, maka uraiannya pun harus dibuat untuk semua orang. Karena itu, seri uraian ini berbeda dengan uraian alkitab yang lain pada umumnya, yang mungkin terkesan membosankan dan terkadang membutuhkan pengetahuan teknis tambahan. Kesederhanaan ini tidak menghilangkan ketajaman tafsir sang penulis, yang juga dikenal sebagai akademisi Perjanjian Baru. Naturnya yang unik membuat seri uraian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan renungan harian. Ini adalah seri uraian ‘untuk semua orang.’
Jadi, mari pergi ke toko buku FES! =)
catatan harian 13
Senin, 14 Jan’08
Hari ini gurunya datang. Hoho. Nama pelajarannya Advanced Biology. Kami belajar soal enzyme kinetics hari ini. Sangat menarik. Gurunya juga sangat bagus dalam mengajar. Sangat jelas. Walau saya lagi-lagi jatuh ke kebiasaan saya yang lama. Yaitu, meremehkan suatu pelajaran jika merasa mengerti. Waktu saya masih undergrad, ada beberapa kali dimana saya sengaja keluar lecture karena merasa sudah mengerti apa yang ia jelaskan. Dan kali ini saya juga tergoda untuk berbuat yang sama. Walau akhirnya saya tidak keluar, namun pada esensinya saya melakukan hal yang sama, ketika saya memutuskan untuk mengeluarkan laptop dari tas saya dan mulai mendengarkan sambil menggunakan laptop. Sigh. Tuhan, tolong saya untuk taat.
Selasa, 15 Jan’08
KTB! Hari ini kami membahas “Drop apa nggak?” Jerry yang memulai topik ini. Dari pertanyaan ini, kami belajar banyak hal. Mungkin terutama soal hidup dan prioritasnya yah. =)
Rabu, 16 Jan’08
Ada kelas lagi hari ini. Sekarang benar-benar bertekad untuk memperhatikan dari awal hingga akhir. Berhasil, dengan beberapa tidur singkat. :s
Kamis, 17 Jan’08
Hari ini saya ke NCC untuk performance appraisal dengan sup saya yang NCC. Dan sekarang saya bingung. Aneh aja appraisalnya tadi. Jadi tadi kami duduk bersama. Terus dia bilang ke saya kalo dia pengen ngasi nilai segini. Terus dia itung-itung jadi untuk mencapai nilai demikian, berapa poin yang harus ia tuliskan di setiap rincian yang ada. :s Tampaknya ini bukan cara melakukan appraisal yang benar. Anyway, sehabis itu saya bertanya mengenai aplikasi beasiswa NCC untuk membiayai uang sekolah saya. Dan sup saya setuju untuk saya mencoba mengirimkan aplikasinya. Semoga diterima. Lumayan juga, $4350 per tahun huhuh. Dan rapat kami belum selesai. Setelah itu saya memaparkan rencana Mei-Juni ini. Jadi ceritanya grup kami submit 2 paper ke 2 konferensi yang berbeda, satu di Kanada, satu di AS. Satunya bulan Mei, yang lain bulan Juni. Karena itu, sup saya yang NTU bilang, daripada bolak-balik pergi SG-Amerika Utara 2x, mendingan antara 2 konferensi itu saya dititipin ke sebuah lab untuk belajar selama kurang lebih tiga minggu. Puji syukur, disetujui juga, cuma sekarang syaratnya dua paper ini diterima haha. Kalau nggak ya nggak jadi lah. Dan syarat kedua, cukup uang untuk membiayai saya makan dan tinggal selama satu bulan disana. Yang mana, untuk sekarang, tidak cukup. Hehe.
Ada kabar gembira lain hari ini. Paper grup kami yang dikirim ke jurnal Radiology bulan November lalu diterima. =) Itu karyanya sup saya seh, saya cuma bantu-bantu di bagian statistiknya saja di paper itu.
Malam harinya, saya datang ke mezbah doa di GPBB. Untuk pertama kalinya. Dan, indah ibadahnya. =) Sepulang dari mezbah doa, di rumah sempat ngobrol2 sama Alison. Satu yang saya ingat adalah soal mengenai pemikiran “kumpulin-duit-byk2-terus-balik-indo” dan kevalidan pemikiran ini heheh. Hm, saya sendiri masih berpikir untuk melakukan hal ini sih. :$
Jumat, 18 Jan’08
Pagi ini saya makan pagi bersama dengan sup dan teman saya. Sesudah itu, membeli kopi. Dan itu berarti minggu ini saya minum kopi setiap hari. T_T Mulai gawat juga.
Sore harinya saya pergi bersama teman saya ini ke SSC, untuk donor darah. Cuma akhirnya ga jadi karena.. rame banget. :s Jadi kami pulang saja, dan kami banyak bercakap-cakap di dalam bus. Bersyukur, bisa lebih mengetahui latar belakangnya. Ia cerita bagaimana ia menerima perlakuan yang berbeda dari ayahnya dibandingkan dengan apa yang diterima oleh kakaknya. Yang disebabkan karena ia hanyalah lulusan Poly, sedangkan kakaknya Master NUS. Haiz. Sekarang jadi lebih mengerti kenapa ia begitu pingin masuk NTU, untuk membuktikan kepada ayahnya kalau ia juga layak dianggap anak. Percakapan ini membawa saya untuk berpikir mengenai identitas kita sebagai manusia. Siapa yang menentukan identitas kita? Siapakah kita sebenarnya? Begitu. Dan saya berharap saya bisa bercerita kepada teman saya ini mengenai apa yang saya percayai mengenai hal ini.
Sabtu, 19 Jan’08
Hari ini ada rapat panitia pengarah konferensi nasional FES’08 yang akan diadakan bulan September ini. Kami membahas soal tempat, tema workshop, mengangkat ketua panitia pelaksana. Kamis depan saya akan bertemu dengan dua teman untuk membahas tema workshop untuk satu kategori. Dan cukup excited melihat calon-calon tema yang sudah ada. Seperti: “Whose world is this? Moving beyond ’saving souls’”, “What does it mean to be a student?”, “Reaching to the marginalised in our society.” Tuhan, tolong kami dalam mempersiapkan acara ini.
Minggu, 20 Jan’08
Pergi ke ibadah jam 11. Hari ini setiap jemaat mendapat kartu kecil, dengan enam gambar di sana: penciptaan, kejatuhan manusia ke dalam dosa, Nuh, Israel, nabi-nabi, kelahiran Yesus. Yang akan menjadi tema khotbah di GPBB selama setahun ini. Dan akan dilanjutkan dengan kehidupan, kematian, kebangkitan Yesus, gereja mula-mula, dst. di tahun depan. Dan saya.. sangat excited begitu mengetahui hal ini.
Teman-teman mungkin masih ingat kalau di tahun ketiga kita juga belajar hal ini di ISCF di modul worldview. Kalau waktu itu, kerangka yang kita pelajari adalah: creation, fall, redemption, glorification. Ada beberapa kerangka alternatif, misalnya: creation, fall, Israel, Jesus, church. Atau, kerangka yang dipakai GPBB ini. Sangat menantikan bagaimana khotbah selama dua tahun ini heheh. Mungkin bisa dibahas juga setiap Minggu bersama flatmate saya hoho.
catatan harian 12
minggu, 13 jan’08
pagi ini saya berangkat ke gereja bersama alison. di bus ia cerita soal PP kemarin, yang saya tidak hadir karena keasyikan bermain ps2. dia cerita soal sy rogers dan kisahnya. satu yang berkesan dan saya pelajari dari kisahnya, setidaknya dari pembicaraan kami hari ini, adalah saya mesti mengakui dulu kelemahan kita dan tendensi saya ketika menghadapi pencobaan tertentu, sebelum saya ingin mengatasi kelemahan dan melawan tendensi tersebut. seringkali saya tidak ingin mengakui bahwa saya lemah, dan berkata kpd Tuhan kalau saya bisa mengatasi pencobaan ini sendiri. dan yang terjadi selanjutnya adalah saya jatuh ke dalam pencobaan itu. dan kembail berkata kpd Tuhan, maap Tuhan, hari ini gagal, namun lain kali saya akan berhasil. dan proses ini akhirnya seakan tak pernah berhenti. sungguh bersyukur kalau bisa diingatkan soal hal ini tadi.
catatan harian 11
sabtu, 12 jan’08
hari ini saya belajar soal hidup. setelah tidur selama 7 jam, saya bangun jam 730, lalu pergi main bola di ntu sampai jam 11. pulang main bola, badan capek, kurang tidur, seharusnya saya segera mandi dan istirahat saja. yang saya lakukan? bermain ps2 sampai jam 6 sore.
dan akhirnya skrg saya batuk pilek dan pegal2.
kadang malu sendiri ketika masih saja melakukan hal-hal yang sangat bodoh seperti ini. bisa aja, tidak taat, padahal hal yang harus dilakukan sebenarnya sudah obvious sekali.
catatan harian 10
jumat, 11 jan’08
siang tadi, setelah makan siang, saya sempat bercakap-cakap dengan teman kerja saya, mulai dari donor darah, sampai motivasi melakukan sesuatu, sampai akhirnya kami berbicara tentang apa artinya untuk mengakui sesuatu sebagai tuhan bagi hidup kami. sangat menarik, dan beberapa poin sangat menantang pola pikir saya. namun mgkn saya hanya ingin cerita yang berikut. di akhir pembicaraan kami…
jadi, bolehkah saya katakan kalau pusat hidup kita itu adalah tuhan kita yang sebenarnya?
ya.
dan, karena tadi kamu katakan bahwa pusat hidupmu adalah dirimu sendiri, dengan demikian, bolehkah saya katakan kalau tuhanmu adalah dirimu sendiri?
ya.
apakah kamu adalah tuhan yang benar?
tidak.
hmm, karena tuhanmu adalah dirimu sendiri, dan kamu bukanlah tuhan yang benar, mungkinkah lebih bermanfaat jika kamu sekarang mencoba mencari tuhan yang benar?
ya.
apakah kamu mau mencarinya?
well, mungkin bukan sekarang.
ok.
momen hari ini sangat berkesan. sungguh kagum bagaimana ketika kita menceritakan kabar baik, kita sendiri ditegur juga melalui apa yang kita ceritakan. setelah melalui percakapan ini, saya banyak berpikir dan bertanya. apakah benar Yesus adalah Tuhan saya, atau selama ini, toh mungkin tuhan saya adalah diri saya sendiri. sungguh bersyukur untuk teguran ini. dan, marilah kita lebih giat dalam menceritakan kabar baik. =)
catatan harian 9
kamis, 10 jan’08
hari ini selesai bikin deskripsi proyek FYP untuk semester depan. kata sup saya jangan terlalu detil buatnya, supaya bisa fleksibel nanti arah proyeknya. jadi, beginilah jadinya:
Pharmacokinetics is the quantitative study of the absorption, distribution, metabolism, and elimination of drugs, with aim to understand, interpret, and predict plasma drug concentration-time profiles. (Aarons Br J Clin Pharmacol 60:581) Physiologically-based pharmacokinetic (PBPK) model is a compartmental pharmacokinetic model which accounts anatomical and physiological considerations, where each compartment represent actual tissue and organ spaces.
In this project, students will learn how to build a whole-body PBPK model. They will also learn how to simulate drug disposition in the body using the built model and clinical plasma drug concentration-time data.
Students will use Matlab and Simulink to accomplish the task.
citation di atas itu ada beberapa kegunaan. pertama, memang itu saya pikir praktek yang etis karena saya mengutip dari sana. kedua, biar kalau ada yang tertarik, anaknya bisa liat sendiri contoh papernya kaya gimana, biar kebayang proyeknya ngapain. ketiga, kalau anaknya bisa cari papernya dengan format di atas, lumayan bearti, ga usa diajarin lagi cara mencari literatur. =p (terutama di PubMed)

oya, lab kami memiliki cara tersendiri untuk menyebut format citation seperti di atas. itu bermula dari teman kerja saya, yang menyebutnya ‘psalm.’ pertama kali saya ga ngerti kenapa dia pake kata itu, terus saya tanya. katanya, soalnya mirip dengan cara mengutip psalm/mazmur yang ia suka temui. Mzm 119:9. Radiology 246:33. Mirip, katanya. Jadi, dia bilang, itu ‘psalm.’ :s Dan akhirnya saya ikut-ikutan juga huhu. Jadi misalnya kalau saya ingin tanya referensi suatu paper, saya tinggal tanya, ‘Eh, apa psalm-nya paper ini?’ Yang akan dijawab sekian sekian. begitu.. mungkin kali lain kami akan baru bercakap-cakap signifikansi Psalms yang sebenarnya hehe.
dan, sorenya saya membaca ulang email tembusan dari sup saya yang dikirim oleh panitia FYP EEE. dan ternyata tenggat waktu hari Jumat ini itu untuk FYP semester ini, bukan semester depan. haizz.. sudah dikonfirmasi sama sup saya dan dia juga baru sadar. well, gapapa lah, nanti ga usah siapin lagi hehe.
hm, siang tadi saya makan siang bersama Peter, staf misi FES. kami banyak bicara soal passion dia, yang membuat dia datang ke Singapura. Ia sendiri orang Hongkong, pernah studi di Australia, terus pernah tinggal di Thailand jg, dan akhirnya ke Singapura. sekarang dia menjadi staf misi FES sambil mengambil M.Div. di TTC. yang membuat dia datang ke Singapura adalah ia ingin melakukan misi urban di sini. cita-citanya, bisa melayani pekerja migran (ratusan ribu sampai satu juta orang lebih), pekerja seks komersial (PSK), pengidap HIV/AIDS. begitu.

saya bertanya, kenapa Singapura, bukannya Hongkong jg sebuah kota besar, dan biasanya kota besar memiliki permasalahan yang sama. (kemiskinan, ketimpangan kaya-miskin, dst.) ya, dia bilang, permasalahannya sama. yang beda, sikap gereja di Hongkong dengan gereja di Singapura. dia bilang, gereja di Hongkong pada umumnya lebih aware pada masalah-masalah sosial yang terjadi di sana. dan gereja di Singapura pada umumnya lebih ‘buta.’ yang ia katakan disebabkan karena beberapa hal. yang terutama karena iklim politik yang berbeda jauh antara Singapura dengan Hongkong. Hongkong itu mirip Indonesia, lebih terbuka. jauh lebih terbuka ketimbang Singapura. di Singapura hampir semuanya dikontrol pemerintah. tentunya banyak yang menimbulkan kebaikan, tapi ada resikonya juga. yaitu, rakyat hanya melihat apa yang ingin pemerintah ingin rakyat lihat. karena itu, kita hanya tahu tentang apa yang kita lihat (baca: apa yang pemerintah ingin kita lihat), dan kita menjadi tidak tahu tentang apa yang tidak kita lihat (baca: apa yang pemerintah tidak ingin kita lihat). seperti kuda yang dibatasi ruang pandangnya. dan kuda ini tidak akan menyadari kalau dunia itu jauh lebih luas dari apa yang ia lihat sekarang kalau tidak ada orang lain yang membuka pembatasnya. dan, seringkali begitu juga, gereja di Singapura tidak akan menyadari kalau sebenarnya banyak permasalahan yang terjadi di Singapura kalau tidak ada orang ‘luar’ yang menyadarkannya. ibaratnya, sama seperti teman-teman yang mungkin baru menyadari kalau Indonesia itu banyak masalahnya setelah datang ke Singapura dan melihat bahwa ternyata apa yang menurut kita itu ‘biasa’ di Indonesia itu adalah ‘buruk.’
sangat, sangat menarik dan menantang, pembicaraan kami tadi. saya jadi berpikir, bagaimana dengan NTU? apa titik buta yang tidak kita lihat sebagai sebuah komunitas orang percaya di NTU? apa hal-hal yang sebenarnya ‘buruk’, namun karena saking terbiasanya kita dengan hal-hal ini, jadi ‘biasa’ saja? sebuah panggilan untuk berdoa dan bergulat dengan komunitas tempat kita ditempatkan, betul?
catatan harian 8
rabu, 9 jan’08
pagi ini saya menghadiri briefing mahasiswa pascasarjana (riset) EEE yang baru masuk bulan januari ini. yang memberikan penguraian adalah wakil dekan bidang riset. yang berkesan dari uraiannya adalah ketika ia menjelaskan tentang seringnya murid yang bertanya berapa publikasi yang harus ia terbitkan sebagai syarat kelulusan. dia menjelaskan dengan memberikan perbandingan bahwa di MIT, katanya, katanya, tidak ada standar minimum. dia menyebutkan, nol. karena itu, untuk apa EEE lebih baik? haizz. kok gitu ya alasannya huhuh. kenapa mesti tergantung sama MIT, coba. hemmm. sebenarnya saya uda pernah denger sih kalau di EEE emang ga ada standar minimumnya, dari sup saya. cuma ya tadi jadi dikonfirmasi aja, langsung dari wakil dekannya haha. sebenarnya tadi dia bilang sih, standarnya itu adalah standar sekolah, jadi standarnya EEE bisa beda sama standarnya MSE, atau SBS. cuma standar sekolah tidak boleh rendah dari standar yang ditetapkan oleh Graduate Studies Office. well, bearti standarnya GSO, yang berarti standar dari NTU secara universitas secara keseluruhan, berarti kaya standarnya EEE. ga mungkin lebih rendah lagi kan soalnya hehe. (tapi standar sekolah lain, e.g., MAE, SPMS, bisa lebih tinggi)
anyway, ketika saya lapor hal ini ke sup saya, dia cuma geleng-geleng aja. sambil menggerutu kapan EEE bisa maju kalau kaya gini terus. dan kembali menekankan kalau untuk saya, standar yang dipakai bukan standar sekolah, namun standarnya dia, yaitu minimal 3 publikasi di jurnal yang lumayan. =) [dan kisah soal MIT sebenarnya tidak melukiskan betapa sebenarnya sulitnya studi pascasarjana di MIT. lha di sana yang lulus kurang dari setengahnya, coba.]
kabar lain. kemarin saya dikirimi email oleh sup saya, soal proyek FYP semester depan. dia bilang, kalau butuh anak FYP, segera buat proposal proyeknya, kirim ke dia paling lambat hari Jumat ini. :s mepet sekali kasi taunya. tapi uda kebayang sih bakal kaya gimana proposalnya hehe. besok harusnya sudah selesai. cukup excited jg jadinya sem depan kaya gimana, ngerasain supervise proyek FYP hehe. abis ini deketin kristo ah… =P
catatan harian 7
selasa, 8 jan’08
paruh pertama hari ini dihabiskan untuk mencoba mengatasi sebuah virus di laptop saya. zzzz. virusnya sendiri tidak merusak isi laptopnya, cuma menggemaskan saja. seperti membiarkan seorang maling yang sepertinya tidak berbuat apa-apa dan tidak ingin berbuat apa-apa di dalam rumah kita.
malamnya, ktb! =) kumpul pertama kali setelah liburan. makan malam bersama, update kabar, rencana ktb semester ini. senang sekali. =)
ketika ktb tadi, merasakan pemeliharaan Tuhan yang ‘nyata’ sekali. ketika sedang bahas nilai sem lalu dan rencana pelajaran sem ini, saya masuk ke situs halaman registrasi untuk mahasiswa pascasarjana, untuk nunjukkin kaya gimana. coba klik tautan untuk daftar pelajaran, eh bisa! kaget. soalnya kemarin pas matrikulasi dibilangnya mesti tunggu lima hari kerja sebelum GSlink-nya aktif. ehhh ga taunya uda bisa. ga tau juga uda bisa sejak kapan. tadi sore cek sih belum bisa. anyway, langsung mencoba daftar pelajaran yang saya ingin ambil sem ini. ada dua pelajaran, dan masing-masing sudah masuk waiting list. well, pelajaran pertama pasti dapet punya seh, cm yang pelajaran kedua agak-agak mencemaskan. kapasitas kelasnya 50, sudah terisi 26, terus saya berada di waiting list urutan 25. zzzz. bisa pas gitu. walau, sebenarnya, sudah luar biasa sekali bisa pas coba masuk ke halaman registrasinya tadi, yang ga nyangka juga bakal bisa. toh rencana awalnya bakal coba register lagi itu baru besok pagi. ga kebayang kalau baru besok pagi nanti dpt waiting listnya urutan berapa hehe.
terakhir, happy birthday, rumet! =)
catatan harian 6
senin, 7 jan’08
hari ini ada yang berbeda di terminal bus dekat rumah. pagar penutup sebuah jalur antrian bus tidak ada pada tempatnya. digantikan dengan antrian puluhan (sampai seratusan lebih) mahasiswa, dengan berbagai ekspresi, yang ingin berangkat kuliah. liburan memang sudah berakhir.
seluruh hari ini dihabiskan untuk urusan administrasi. matrikulasi, lapor ke kantor sekolah, lapor ke lab, lihat daftar pelajaran, dst. bersyukur juga kalau hari ini abstraknya sudah selesai dan siap untuk di-submit.
hari di sekolah ditutup dengan makan malam dan sebuah kelas petang. yang mana, gurunya tidak datang. dan saya pun pulang.






leave a comment