Takjub oleh Anugerah

doa malam

Ditulis dalam Kehidupan sehari-hari oleh septian pada 17 Desember 2007

Saya beberapa (puluh) kali melakukan atau berkata hal yang bodoh dan seringkali saya berkata dalam diri sendiri untuk tidak mengulanginya lagi. Walau pada akhirnya justru daftar perlakuan dan perkataan ini yang bertambah panjang dan kegiatan berkata dalam diri sendiri ini malah menjadi kegiatan yang rutin.

Gereja dalam sejarahnya juga pernah melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan kalau diingat-ingat bisa memalukan. Gereja saat ini mungkin juga pernah bertekad untuk minimal tidak mengulangi hal-hal itu lagi, namun toh pada akhirnya kita menemukan cara-cara baru untuk mempermalukan diri kita sendiri. Atau, lebih sering, namamu yang dipermalukan. Sigh.

Ada yang bilang kalau seorang akan celaka jika ia tidak mau belajar dari pengalaman masa lalunya. Atau, ia yang tidak mau belajar sejarah akan mengulangi sejarah itu. Lha ini bukannya tidak mau belajar, Tuhan. Mau kok. Belajar sungguh-sungguh, malahan. Sudah direnungkan. Sudah membuat tekad. Eh, ya lagi-lagi kami melakukannya juga.

Mungkin memang ikut engkau itu sulit ya Tuhan.

Fiuh.

Lanjut ikut engkau… mari jalan lagi Tuhan. Saya mau ikut engkau. Hari ini kita kemana Tuhan?

Ditandai sebagai: