Takjub oleh Anugerah

EARC 2008

Posted in Pengumuman by septian on 13 Desember 2007

EARC (East Asia Regional Conference) is held every 3 years in IFES East Asia region and there about 400 students spend time together for a week. EARC is a special occasion where students from various countries of IFES East Asia region pray together and encourage each other, despite the language barrier.The first EARC was held in Philippines in 1973 and the previous one in Indonesia in 2005.

Tahun 2008, di Jepang. Tanggal 4-9 Agustus 2008. Minggu pertama kuliah sih. >.< Mesti nabung dari sekarang kalo pengen ikut hehe.

Ditandai sebagai:

the sacred way 05

Posted in Bacaan by septian on 13 Desember 2007

5. the jesus prayer

history

Jesus prayer merupakan praktik spiritual Ortodoks Timur yang dimulai sejak abad ke-5. Tradisi monastik sendiri (berasal dari kata monachus, yang berarti solitary person) dimulai di Timur ketika beberapa orang mengasingkan diri (retreat) dari kota ke padang-padang gurun di Mesir dan Syria. Orang-orang ini dikenal sebagai Desert Fathers and Mothers. Dan Abba Philemon di abad keenam adalah orang yang pertama kali secara eksplisit menggunakan istilah Jesus prayer. Sekarang, apa itu Jesus prayer?

theology

Doanya sendiri berbunyi sederhana:

Lord Jesus Christ, Son of God, have mercy on me, a sinner.

Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku, seorang berdosa.

Doa ini didasari dari ayat Alkitab, dari kisah Bartimeus, seorang pengemis yang buta, yang berseru kepada Yesus:

Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku! (Mrk 10:46)

Dan dari doa pemungut cukai yang memukul dirinya dan berkata:

Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Luk 18:13)

Nah, dua doa ini digabung dan kita mendapatkan Jesus prayer sebagai hasilnya. “Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku, seorang berdosa.” Atau, berbagai variasi lain dari doa ini:

Kristus, kasihanilah aku. (Christe eleison)

Tuhan, kasihanilah aku. (Kurie eleison)

Dan sebagainya. Pesan yang ingin disampaikan melalui doa ini adalah sebuah permohonan akan belas kasihan Tuhan. A cry for mercy. Memang doa meminta belas kasihan dan pengampunan Tuhan mungkin terkesan wajar, namun doa ini menjadi sangat perlu karena:

The problem is not in God’s willingness to have mercy, but in our forgetting that we need it. We keep lapsing into ideas of self-sufficiency, or get impressed with our niceness, and so we lose our humility. Asking for mercy reminds us that we are still poor and needy, and fall short of the glory of God. Those who do not ask receive, because they don’t know their own need.

Amin. Tuhan, kasihanilah aku, seorang berdosa.

practice

Prakteknya sendiri sebenarnya dapat kita pelajari dari istilah lain dari doa ini, yaitu the prayer of the heart. Doa ini katanya seharusnya menjadi doa yang muncul dari lubuk hati kita secara otomatis. Sebuah doa yang menjadi napas kita. Sebuah doa yang diucapkan ketika bernapas. Tarik napas, ‘Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah.’ Hela napas, ‘kasihanilah aku, seorang berdosa.’ Dan begitu seterusnya. Praktek kuno sendiri memulai dengan mengucapkan doa ini sebanyak 3000 kali per hari. Jika seorang bernapas sekitar 15 kali/menit, maka hal ini bisa membutuhkan waktu tiga sampai empat jam. Dan jika seorang sudah mencapai 12000 kali per hari, maka itu akan membutuhkan waktu 11 sampai 14 jam. Glekk. Mungkin memang benar kalau sudah mencapai seperti ini doanya udah kaya napas beneran. Penulis sendiri menyarankan praktek yang realistis: 100-500 kali per hari. Intinya adalah bagaimana mengusahakan agar isi doa ini menjadi kata-kata yang sungguh-sungguh muncul dari lubuk hati kita yang terdalam. Sebuah pengakuan bahwa kita adalah manusia yang lemah dan karena itu kita membutuhkan pertolongan Tuhan dalam segala yang kita lakukan.

Tips praktis lainnya adalah menggunakan tasbih untuk menghitung banyaknya doa yang sudah kita lafalkan. Tasbihnya sendiri adalah tasbih Ortodoks Timur, biasanya terbuat dari wol. Setiap set simpul (25 buah) dipisahkan oleh sebutir bead, yang bisa digunakan untuk mengucapkan doa Bapa Kami atau pengakuan iman rasuli.

final word

When you will be worthy of the gift of ceaseless prayer in the heart, then, according to Isaac of Syria, you will have reached the summit of all virtues and become a dwelling place of the Holy Spirit; then the prayer will not cease, whether you sit, walk, eat, drink, or do anything else. Even in deep sleep, prayer will be active in you without any effort, for even when it is externally silent, it continues secretly to act within. – Fathers Callistus and Ignatius

Ditandai sebagai: