Takjub oleh Anugerah

Profil penerbit buku Kristen

Ditulis dalam Bacaan oleh septian pada 12 Desember 2007

Profil beberapa penerbit buku Kristen, untuk membantu teman-teman dalam memilih buku yang akan dibeli. Setiap penerbit memiliki filosofi dan visi nya masing-masing, dan karena itu turut mempengaruhi jenis buku yang biasanya mereka terbitkan.

1. IVP (Inter-Varsity Press)

Profil singkat: IVP adalah penerbit buku di bawah pelayanan InterVarsity Christian Fellowship (IVCF). IVCF sendiri adalah organisasi pelayanan International Fellowship of Evangelical Students yang berada di Amerika Serikat. Saudaranya Perkantas dan FES Singapore, dan dengan demikian saudaranya FES-IM, dan dengan demikian saudaranya NTU-ISCF hehe. Karena itu, mahasiswa dapat diskon 30% kalau beli buku IVP di FES (North Bridge Centre, turun di stasiun MRT City Hall/Bugis)

Divisi lain: IVP Academic, khusus untuk menerbitkan buku-buku akademik dan referensi.

Penulis populer: John Stott

Buku populer: Knowing God (Packer), Basic Christianity (Stott), Systematic Theology (Grudem)

Situs: www.ivpress.com

2. Crossway (Good News)

Profil singkat: Good News/Crossway terletak di Wheaton, Illinois, pusat evangelicalism di Amerika Serikat. Satu hal yang menjadi ciri khas Crossway adalah komitmennya untuk hanya menerbitkan buku yang memiliki ajaran yang sehat. (baca: evangelical) Kalau boleh dibandingkan dengan IVP, Crossway jelas lebih strict. Crossway juga dikenal sebagai penerbit Alkitab terjemahan English Standard Version. Kalau sekarang ini, salah satu ciri khas Crossway, menurut saya, adalah sampul bukunya bagus hehe.

Penulis populer: John Piper

Buku populer: ESV Bible, For the Love of God, Don’t Waste Your Life, Total Truth

Situs: www.gnpcb.org

3. Banner of Truth

Profil singkat: Penerbit buku yang berbasis di Edinburgh, Skotlandia. Ciri khasnya adalah mereka menerbitkan banyak sekali buku dari penulis-penulis Puritan. Lebih strict lagi daripada Crossway.

Penulis (dan buku) populer: anyone and anything Puritan

Situs: www.banneroftruth.org

4. Baker Books

Profil singkat: Berbasis di Amerika Serikat, visi Baker Books adalah menjadi penerbit buku yang ‘relevant, intelligent, and engaging.’ Karena itu, jelas ide-ide yang ditawarkan oleh penerbit ini lebih luas. Dari segi tingkat kesulitan buku secara umum, juga lebih akademik biasanya dibandingkan Crossway, misalnya. Banyak buku Baker yang juga sangat baik dalam meng-engage jaman. Contohnya adalah seri Cultural Exegesis. Intinya bagi Baker adalah ‘relevant, intelligent, and engaging.’ Karena sifatnya yang lebih akademis pula, tidak ada penulis yang menonjol di penerbit ini. Yang menjadi kekhasan adalah banyaknya seri-seri khusus. Satu contohnya sudah disebutkan. Terus ada juga seri Evangelical Ressourcement. Dan seterusnya.

Divisi lain: Baker Academic, Bethany House Publishers

Situs: www.bakerbooks.com

5. Eerdmans

Profil singkat: Sangat, sangat mirip dengan Baker Books. Terkenal dengan buku-buku studi alkitabiah.

Situs: www.eerdmans.com

6. Zondervan

Profil singkat: Penerbit evangelical kontemporer. Jarang menerbitkan buku-buku lama. (antitesisnya Banner of Truth) Terkenal pula sebagai pemegang hak cetak Alkitab terjemahan NIV dan keluarganya (TNIV, NIV Study Bible, NIV Archaelogical Study Bible, etc.)

Penulis populer: Lee Strobel

Buku populer: The Purpose-Driven Life, The Case for Christ, NIV Study Bible

Situs: www.zondervan.com

7. WJK (Westminster John Knox)

Profil singkat: Penerbit yang berafiliasi dengan Presbyterian Church (USA). Jadi, agak berbeda dengan semua penerbit sebelum ini, yang tidak berafiliasi dengan denominasi manapun. Sangat akademik. Lebih akademik dari Baker dan Eerdmans

Situs: www.ppcbooks.com

8. SPCK (Society for Promoting Christian Knowledge)

Profil singkat: Berbasis di Inggris. Sangat mirip dengan WJK. Bedanya, SPCK berafiliasi dengan Gereja Anglikan. Selain itu sama. Sangat akademik. Di Amerika Serikat dikenal dengan nama Fortress.

Penulis populer: N.T. Wright

Situs: www.spck.org.uk

9. P&R (Presbyterian & Reformed)

Profil singkat: Didirikan oleh J. Gresham Machen pada tahun 1930 di tengah kontroversi fundamentalis-liberal. Dari segi aliran sebenarnya mirip dengan WJK, namun mereka berdua seperti satu kutub dengan yang lain. Satunya konservatif (P&R), satunya bebas (WJK). Sekarang menjadi penerbit buku-buku denominasi Presbyterian konservatif. (PCA, OPC, etc.)

Penulis populer: John Frame, Vern Poythress, Cornelius van Til

Buku populer: The Doctrine of God

Situs: www.prpbooks.com

*

Tentunya sebenarnya banyak penerbit lain yang ada. Seperti NavPress, Concordia. Namun, penerbit-penerbit yang tercantum disini adalah penerbit-penerbit yang saya lebih kenal lewat buku-buku yang saya beli.

Dari profil di atas, setidaknya ada dua cara untuk mengelompokkan penerbit-penerbit ini. Pertama, dari segi afiliasi:

  • Berafiliasi denominasi tertentu: WJK, SPCK, P&R
  • Berafiliasi organisasi para-church: IVP (NavPress bisa ditambahkan ke sini)
  • Non-afiliasi: Crossway, Banner of Truth, Baker, Eerdmans, Zondervan

Atau, dari segi tingkat kesulitan buku secara umum:

  • Sederhana: Zondervan
  • Baik, pas: IVP, Crossway
  • Lebih sulit: Banner of Truth, P&R
  • Menantang: Baker, Eerdmans
  • Super-akademik: WJK, SPCK

Rekomendasi?

Mulailah dengan IVP dan Crossway. =) Dan sekali-kali belilah buku dari Banner of Truth, P&R, Baker, Eerdmans. Terakhir, belilah buku dari WJK dan SPCK jika memang ingin mendalami suatu topik tertentu. Selamat membaca!

Nanti pas liburan di Indonesia saya akan membuat tulisan yang sama, namun kali ini untuk penerbit Indonesia. (BPK Gunung Mulia, Momentum, Gandum Mas, Penerbit Andi, dst.) =)

the sacred way 04

Ditulis dalam Bacaan oleh septian pada 12 Desember 2007

4. sacred reading – lectio divina.

quote

Do not read to satisfy curiosity or to pass the time, but study such things as move your heart to devotion. – Thomas à Kempis

history

Penggunaan Alkitab sebagai bahan devosi/renungan dipopulerkan oleh St. Benedict (ca. 480 – ca. 550). Ia mendirikan biara-biara dan ia juga adalah pendiri ordo Benediktus. Ia menulis The Rule sebagai pedoman hidup biarawan dari ordo ini. Dalam The Rule, Benedict menguraikan bagaimana kehidupan di biara, mulai dari ibadah tujuh kali sehari sampai bagaimana cara mencuci piring.

Tiga elemen utama yang menjadi pedoman hidup biarawan ordo Benediktus adalah doa, kerja, dan lectio divina. Karena dedikasi mereka yang tinggi terhadap lectio divina, biara-biara ordo Benediktus adalah sarana utama pencatatan ulang dan pembuatan kopi Alkitab pada masa Dark Ages.

Lectio divina sendiri ditegakkan oleh Guigo II, seorang biarawan, yang menulis dalam bukunya The Ladder of Monastics,

One day I was engaged in physical work with my hands and I began to think about the spiritual tasks we humans have. While I was thinking, four spiritual steps came to mind: reading (lectio), meditation (meditatio), prayer (oratio), and contemplation (contemplatio). This is the ladder of monastics by which they are lifted up from the earth into heaven. There are only a few distinct steps, but the distance covered is beyond measure and belief since the lower part is fixed on the eart and its top passes through the clouds to lay bare the secrets of heaven.

theology

Cara kita membaca Alkitab itu sendiri berkembang dari masa ke masa.

Pada masa Reformasi misalnya, pola pembacaan yang paling umum adalah pembacaan kristosentris, dimana setiap ayat Alkitab harus dibaca dalam terang Kristus. Ayat pembela cara ini mungkin diambil dari Luk 24:44.

Setelah revolusi sains dan Enlightenment, berkembanglah metode pembacaan kritis dan naturalistik terhadap Alkitab, mulai dari source criticism, form criticism, redaction criticism, dsb.

Bapa-bapa gereja juga memiliki caranya tersendiri dalam membaca Alkitab, yaitu secara alegorikal. Mereka berusaha menemukan makna yang ‘terpendam’ di teks. Arti literal tetap diakui, namun makna alegorikal dianggap lebih tinggi kedudukannya ketimbang makna literal.

Teologi skolastik di abad ke-13 dan ke-14 pun memiliki caranya tersendiri. Mereka memiliki sistem pembacaan Alkitab yang kompleks. (paling kompleks, saya rasa) Sebuah teks setidaknya memiliki 8 arti (positif literal, positif alegorikal, positif anagogikal, positif moral – dan empat lagi yang sama untuk arti negatif)

Saya sendiri tetap yakin bahwa cara pendalaman Alkitab yang tepat adalah interpretasi yang menekankan adanya perhatian yang mendalam terhadap tiga aspek: literatur (apakah kita mengenali tipe teks dengan tepat), sejarah (segala latar belakang sosial ekonomi politik etc jaman itu), dan ajaran (apakah interpretasi ini sesuai dengan ajaran yang saya percayai – spiralnya terletak disini).

Dan akhirnya ada sebuah metode lain yang belum kita sebutkan, yaitu penggunaan Alkitab secara devosional. Seorang membaca Alkitab secara devosional dengan berpegang bahwa, karena Alkitab adalah Firman Tuhan, maka teks ini adalah teks yang hidup, dan karena itu memiliki pesan tersendiri bagi setiap pembacanya pada hari dan saat itu juga. Metode inilah yang disebut lectio divina.

Lectio divina adalah metode yang sederhana. Hanyalah sebuah kepercayaan bahwa Allah akan berbicara kepada kita melalui Alkitab. Itu saja. Saya sendiri merasa hal ini sangatlah wajar. Sebagai Firman Tuhan, ia haruslah menempati tempat pertama jika ada pilihan buku mana yang sebaiknya kita jadikan perenungan kita.

practice

Sekarang, bagaimana cara mempraktekkannya. Saya sendiri baru tahu ada istilah yang namanya lectio divina beberapa saat yang lalu, setahun setelah saya mempraktekkannya secara rutin tiap hari. Saat teduh pagi saya memang berpusat pada pembacaan sebuah perikop Alkitab. Saya sempat menulis beberapa pengalaman saya di sini. Contoh terakhir adalah dari Ayub 24 itu. Membaca teks dan mencoba mendengarkan Allah berbicara melalui teks itu.

Dan kalau teman-teman di GPBB perhatikan, sebenarnya kita juga sedang melakukan praktek ini dalam menyambut Natal. Renungan harian yang dibagikan gereja, Surya Pagi, berdasarkan praktek lectio divina ini. Karena itu, saya akan mengembangkan tips di buku Surya Pagi, sebagai tips praktis melakukan lectio divina:

  • Lectio
    • Bacalah perikop Firman Tuhan hari ini dengan perlahan-lahan, berulang-ulang, dan dengan keras jika perlu.
    • Bayangkan kita sedang berada di kaki Tuhan, dan mendengarkan Ia berbicara.
    • Jadilah tenang, dan dengarkan baik-baik ayat yang saudara sedang baca. (karena itu sebaiknya jangan dibaca di dalam hati saja)
    • Terakhir, perhatikan ayat/kata/frase yang memberi kesan mendalam bagi saudara saat itu.
  • Meditatio
    • Mulailah berfokus kepada ayat/kata/frase yang memberi kesan mendalam tersebut.
    • Kalau perlu, baca bagian fokus ini secara berulang-ulang kembali
    • Mulailah meditasikan ayat ini dan hubungkan ayat ini dengan kehidupan saudara saat itu
    • Teks yang berbeda akan menghasilkan emosi yang berbeda – dan tiap orang akan merasakan emosi yang berbeda di teks yang sama
  • Oratio
    • Berdoalah kepada Tuhan berdasarkan perenungan saudara
    • Tanyalah kepada Tuhan apa makna ayat ini
    • Transparanlah nyatakan apa yang ada dalam isi hati saudara (ketidakmengertian, kebingungan, keyakinan, sukacita, dukacita, kepuasan, kehampaan)
  • Contemplatio
    • Resapi makna yang saudara baru rasakan
    • Berdiamlah
    • Ambil komitmen spesifik berdasarkan perenungan saudara untuk hari itu

Terakhir, saya pikir kuncinya adalah kemauan untuk berdiam dan kesediaan untuk mendengarkan. Begitu saja. Selamat merenungkan Firman Tuhan! =)

final word

Reading is an exterior exercise; meditation belongs to the inner intellect. Prayer operates at the level of desire. Contemplation transcends every sense. Reading is proper to beginners, meditation to proficients, prayer to those with devotion, and contemplation to the blessed. – Guigo II

Ditandai sebagai: