the sacred way 02

2. what is spirituality and how do you practice it?
Sebelum masuk ke dalam tiap-tiap disiplin rohani yang akan dibahas, Tony menulis sebuah bagian lagi untuk membahas apa arti kata ’spiritualitas’ dan beberapa signifikansi lainnya. Dan ia membandingkan beberapa definisi yang berasal dari berbagai tradisi. Dimulai dengan definisi akademis dari Alister McGrath:
Christian spirituality concerns the quest for a fulfilled and authentic Christian existence, involving the bringing together of the fundamental ideas of Christianity and the whole experience of living on the basis of and within the scope of the Christian faith.
Sampai kepada definisi yang sangat sederhana oleh Brother Lawrence:
The practice of the presence of God.
Ia melanjutkan dengan menekankan bahwa spiritualitas didasari oleh suatu persekutuan. Orang-orang merindukan adanya persekutuan dengan Allah dan dengan sesama ciptaan. Dan perjalanan mencari adanya persekutuan ini yang termanifestasikan dalam bentuk praktek-praktek spiritual sudah ada sejak manusia itu ada, dan tak terkecuali di dalamnya, pada orang-orang yang disebut Kristen.
Praktek spiritualitas Kristiani sendiri sangatlah beraneka ragam, yang sangat dipengaruhi oleh masa dan tempat dimana praktek ini dikembangkan dan dijalankan. Dan perpecahan dalam tubuh gereja yang am yang memang sangat disesalkan, justru di sisi lain menjadi harta yang tak terduga dengan kepelbagaian yang luar biasa di dalamnya. Setiap tradisi besar, Ortodoks Timur, Katolik Roma, dan Protestan telah mengembangkan praktek-prakteknya tersendiri.
Tradisi Katolik Roma, misalnya, menekankan pada penggunaan liturgi dan sakramen. Banyaknya biara di dalam tradisi Katolik Roma juga berpengaruh dalam banyaknya praktek spiritualitas yang muncul dari dalam biara. Sedangkan Ortodoks Timur memiliki penekanan yang hebat pada unsur ‘misteri’ dalam spiritualitas. Tak lupa juga bagaimana penggunaan icon yang sangat kental di dalam tradisi Ortodoks Timur. Saya sendiri cukup yakin kita paling tidak familiar dengan tradisi Ortodoks Timur. Berikut adalah beberapa contoh icon yang dimaksud.
![]()
Jadi ruang doa seorang Ortodoks Timur dapat berbentuk seperti ini (semua gambar diambil dari Wikipedia):
![]()
Icon favorit saya sendiri adalah Trinity, karya Andrei Rublev:
![]()
Terakhir, tradisi Protestan, oleh penulis dibagi menjadi dua arus. Arus pertama menekankan pada spiritualitas yang aktif, dengan banyak penekanan pada aksi dan keadilan sosial. Sedangkan arus yang lain lebih menekankan pengembangan spiritual pribadi, seperti pendalaman Alkitab, renungan harian, doa, dst. Dan saya sendiri memang sangat yakin dengan kedua hal ini. Bagi saya spiritualitas harus engage baik Tuhan dan sesama, Khalik dan ciptaan.
Penulis melanjutkan dengan menekankan bahwa usaha bersekutu dengan Tuhan ini tidak pernah mudah. Penggunaan kata praktek (dari practice) dan disiplin rohani sendiri dalam menyatakan usaha spiritualitas kita telah menandakan bahwa setidaknya usaha ini perlu latihan terus-menerus dan harus disiplin dalam menjalankannya. Layaknya seorang atlet yang harus berlatih keras setiap hari dalam mempersiapkan setiap pertandingan yang akan ia jalani. Namun, ujar penulis, ada perbedaan besar antara disiplin olahraga dengan disiplin rohani. Ia menulis:
While athletic practice makes us stronger, physically and mentally, so we’re more present during a competition, spiritual discipline means making less of ourselves so we can be more aware of what God is up to.




