Takjub oleh Anugerah

the sacred way 01

Ditulis dalam Bacaan oleh septian pada 9 Desember 2007

thesacredway.jpg

1. the quest for God

Disiplin-disiplin rohani yang biasanya saya lakukan sangat dipengaruhi oleh latar belakang tradisi gereja dan persekutuan mahasiswa tempat saya ditempatkan di Singapura. Jika seorang bertanya kepada saya, apa tiga disiplin rohani yang paling utama, maka jawaban yang terpikir pertama kali adalah: saat teduh, doa, baca Alkitab. (bagaimana dengan saudara?) Dan tentunya kebiasaan-kebiasaan ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan tradisi disiplin rohani kekristenan selama dua milenium ini.

Sang penulis buku ini, Tony Jones, mendapat ide untuk menulis buku ini setelah mengalami kefrustrasian dengan terbatasnya pengetahuan dan pengalaman disiplin rohani yang biasanya ia jalankan. Ia sampai pada kesimpulan:

People have been trying to follow God for thousands of years, Christians for the last two thousand. Maybe somewhere along the line some of them had come up with ways of connecting with God that could help people like me.

Karena itu, ia pergi ke berbagai tempat dan membaca banyak buku mengenai ‘different ancient ways of prayer and devotion.’ (hal. 16) Dan hasil perjalanan ini dimuat dalam buku ini. Ujar Tony mengenai alasan ia menulis buku ini:

For me, there is incredible richness in the spiritual practices of ancient and modern Christian communities form around the world. Incorporating new ways of praying, meditating, reading the Bible, and so on, have fueled my faith and my passion for spirituality in ways I never thought possible, and have, without question, brought me into a close relationship with God. And beyond those rather self-centered outcomes, they’ve helped me to become a better father, husband, and friend. And that’s why I’m interested in writing about them as an offering to you. (hal. 17)

Buku ini akan menjelaskan mengenai enam belas disiplin rohani, dan mayoritas berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Setiap bagian buku ini akan dibagi sebagai berikut:

  • Quote: sebuah kutipan dari buku The Imitation of Christ (Thomas à Kempis)
  • Anecdote: sebuah kisah dari kehidupan penulis atau orang lain sebagai pembukaan
  • History: asal muasalnya sebuah praktek dijalankan
  • Theology: dasar sebuah praktek dijalankan
  • Practice: pedoman cara menjalankan praktek yang sedang dibahas
  • Final word: kutipan dari orang lain mengenai praktek yang sedang dibahas

Saya tertarik untuk membaca buku ini pertama karena saya yakin bahwa apa yang saya lakukan sekarang ini hanyalah sebagian (sangat) kecil dari kekayaan tradisi kekristenan selama dua milenium ini. Saya tidak pernah berpikir bahwa disiplin rohani yang saya jalankan ini adalah yang paling sempurna, pula. Saya cukup yakin bahwa setiap orang memiliki ekspresinya tersendiri ketika menghadapi Sang Penciptanya. Dan karena itu saya juga ingin belajar dari pengalaman orang-orang lain yang telah mengembangkan dan melakukan disiplin-disiplin rohani yang lain. Siapa tahu dengan belajar ini, saya bisa mempertajam disiplin rohani yang saya jalankan dengan prinsip-prinsip yang saya pelajari dari disiplin rohani yang lain. Atau, berani menjelajahi disiplin rohani yang baru, yang mungkin jarang sekali ditekankan di tradisi dimana saya ditempatkan. Tentunya, saya tidak perlu setuju dengan semua yang dikatakan di buku ini. Namun saya sangat yakin kalau saya bisa belajar banyak dari buku ini.

Ditandai sebagai: