Immanu’el
Kisah kelahiran Yesus menurut Rasul Matius dan hubungannya dengan kerangka umum Matius.
Narasi kelahiran Yesus di Matius mengikutsertakan kejadian yang terjadi sebelum Yesus lahir lewat cerita Yusuf dan Maria. Berbeda dengan Lukas, yang memulainya dengan kelahiran Yohanes sepupu Yesus. Keduanya memiliki alasannya masing-masing untuk pemilihan bahan mereka. Kali ini kita akan mencoba menekuni Matius.
Yusuf adalah seorang yang tulus hati. A just man. Ia seorang tzadik. Artinya, menurut khasanah orang Israel saat itu: seorang yang ‘righteous’, seorang yang menekuni Torah dan mentaatinya. Ketentuan Sabat, makanan, berpuasa, kurban, dst. dijalani dengan baik. Ia sekarang sedang menantikan hari pernikahannya dengan Maria, tunangannya. Semua tampaknya berlangsung baik-baik saja pada kehidupan anak muda ini.
Apa daya, hidup kadang tak terduga. Maria ditemukan mengandung. Reputasinya sekarang terancam. Apa yang harus ia lakukan? Jika ia menikahi Maria, maka reputasinya akan jatuh. Ia tidak akan lagi disebut orang yang tzadik. Bagaimana ini?
Ketika ia mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk di antaranya untuk menceraikan Maria, datanglah malaikat Tuhan di dalam mimpi, dan berkata:
“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
Dan sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.
Cerita Yusuf setidaknya mirip dengan kisah Israel dari dua segi.
Pertama, pergumulan Yusuf mirip dengan pergumulan yang dialami oleh Israel. Reputasi Yusuf sekarang sedang dipertaruhkan. Jika ia menikahi Maria, maka ke-tzadik-annya akan musnah. Israel pun mengalami masalah yang sama. Bagaimanakah ia, sebagai sebuah bangsa pilihan, harus berelasi dengan bangsa-bangsa lain yang unclean? Bagaimanakah ia harus berelasi dengan Gentiles? Apakah status clean-nya Israel itu menjadi hal yang harus dipertahankan setengah mati? Ataukah Israel berani berelasi dengan bangsa-bangsa lain demi menggenapkan perjanjian Allah dengan Abraham? Perjanjian kekal antara Allah dengan Abraham. Sama seperti Yusuf, yang sudah bertunangan dengan Maria. Haruskah pertunangan ini diputuskan? Atau tetap dijalankan? Haruskah perjanjian ini diputuskan? Atau ditaati? Dan Israel memilih untuk memisahkan dirinya secara eksklusif dengan bangsa-bangsa lain. Hal yang dilakukan oleh Yusuf ini… bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh bangsanya.
Kedua, kisah Yusuf ini dapat dilihat juga dari segi kisah perjalanan bangsa Israel yang berakhir di pembuangan. Kisah yang diawali oleh indah dengan perjanjian kekal antara Allah dengan Abraham sekarang seperti tidak jelas akhirnya. Bangsa Israel sekarang dijajah oleh kerajaan Romawi, bahkan lewat raja boneka Herodes. Apakah Allah beserta bangsa Israel? Apakah Allah beserta kita? Iya atau tidak? Pertanyaan yang mungkin sangat wajar ditanyakan oleh rakyat Yehuda. Untuk sekarang, mereka akan cenderung untuk menjawab: tidak. Allah tidak beserta kita.
Kisah Yusuf dan Maria pun dimulai dengan indah. Mereka sudah bertunangan dan mungkin akan segera menikah. Namun kisah kasih ini sekarang berada dalam persimpangan dan tidak jelas juntrungannya. Maria mengandung dan Yusuf berniat untuk menceraikannya diam-diam. Kisah Israel belum memiliki akhirnya. Kisah Yusuf dan Maria sudah. Dan akhir kisah ini indah. Malaikat Tuhan muncul. Meyakinkan bahwa anak yang dikandung oleh Maria ini adalah dari Roh Kudus. Untuk sementara, entah apa bayangan Yusuf ketika ia mendengar frase ini. Satu hal yang mungkin misalnya, Roh Tuhan dapat bearti penyertaan Tuhan di Perjanjian Lama, ada kuasa Tuhan disana, jadi Yusuf dapat yakin bahwa yang terjadi ini adalah dari Tuhan. Jadi, Allah beserta anak ini. Allah beserta Maria. Allah beserta Yusuf. Yusuf pun tidak jadi menceraikan Maria, tidak bersetubuh dengan dia sampai anak ini lahir, dan anak ini dinamakan Yesus, sesuai yang diperintahkan oleh malaikat Tuhan.
Allah beserta anak ini. Allah beserta Maria dan Yusuf. Walau terkesan tak ada harapan di kisah Yusuf dan Maria, pada akhirnya kisah ini berakhir dengan indah. Ada solusi terhadap masalah ini. Ya, Allah beserta mereka.
Dan Matius menggunakan kisah Yusuf dan Maria ini dan mengaitkannya dengan kisah Israel saat itu dan ia dengan berani mengatakan: Allah beserta kita. Immanu’el. Kisah kelahiran Yesus mewakili kisah Israel itu sendiri. Hari ini genaplah firman yang terdapat di kitab Yesaya itu! Allah beserta bangsa Israel! Hari pembuangan Israel mendekati akhir dan keselamatan dari Tuhan itu akan datang! Allah beserta kita!
Pada akhirnya, kisah kelahiran Yesus tidak hanya mewakili kisah Israel. Namun, Yesus itu pula yang akan menjadi agen pemenuhan kisah Israel. “Engkau akan menamakan dia Yesus, karena dialah yang akan menyelamatkan umat Allah dari dosa mereka.” (Mat 1:21)
Testing LaTeX
Pengen ngetes fasilitas -nya WordPress.
Persamaan konsentrasi larutan (misalnya, obat) antara arteri dan vena yang melewati sebuah jaringan dapat dinyatakan dengan
Menggunakan transformasi Laplace untuk menyelesaikan persamaan ini:
Disederhanakan menjadi
Yang jika kita transformasi balik, menggunakan identitas convolution Laplace, akan menjadi
Sekarang, jika kita mempunyai sistem seperti di bawah ini:

Persamaan di arteri, misalnya, dapat dinyatakan seturut di bawah ini:
Sekarang, misalkan . Jadi,
Kembali menggunakan transformasi Laplace,
Dengan analogi, di paru-paru dan jaringan tubuh kita dapatkan sebagai berikut:
Persamaan di vena sedikit lebih rumit karena melibatkan input disana. Secara keseluruhan, untuk 1-compartment body tissue, konsentrasi obat dalam vena dapat dinyatakan sebagai berikut:
Dan untuk n-compartment body tissues, konsentrasinya dapat dinyatakan sebagai berikut:
Seru juga pake hehehe.




