papan pengumuman
di rumah kami ada sebuah papan pengumuman. gunanya beberapa. untuk jadwal piket, jadwal cuci baju, atau jika ada pengumuman tertentu. dan awalnya memang ditujukan untuk itu. waktu itu kami merasa membutuhkan papan pengumuman untuk hal-hal ini. demi kerapihan dan terpeliharanya rumah.
namun, ada resiko yang muncul di balik penggunaan papan pengumuman ini. saya bisa saja memilih untuk menulis di papan pengumuman ini untuk memberitahu orang lain, tanpa harus berbicara langsung dengannya. dan mungkin bisa jadi tempat pelarian jika saya merasa enggan berbicara dengan yang lain. papan pengumuman dijadikan sarana komunikasi utama. dan orang-orang rumah pun akhirnya bisa terisolasi satu sama lain, dan hanya dapat mengenal satu sama lain lewat.. papan pengumuman. sungguh ironis jika sampai demikian. dan jikalau sudah ada tendensi menuju hal ini, mungkin lebih baik jalur ini segera dihentikan. supaya orang-orang rumah bisa belajar ngobrol satu sama lain. lagi.
supaya yang lain hidup
Jadi, bagaimana, apa arti hidupmu?
Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk membuat hidup orang lain lebih mudah walau saya sendiri pada akhirnya akan hidup lebih menderita.
Apakah itu berarti, mati agar orang lain hidup?
Hemm. Berbeda sih, tapi, ya, kurang lebih begitu.
Bagaimana kalau ada seseorang yang melakukan hal itu?
Apa maksudmu?
Ya, misalnya saja, ada seseorang yang mati supaya yang lain dapat hidup?
Apa maksudmu dengan ‘yang lain’?
Dunia, misalnya?
Wow. Orang itu mungkin layak dijadikan tuhan, saya rasa.
Tahukah kamu kalau memang ada orang yang pernah melakukan hal ini?
Huh, benarkah? Siapa?
…
Hikmat ditemukan di tempat-tempat yang tak terduga. =)





leave a comment