Takjub oleh Anugerah

Matius 1:1-17 (Epilog)

Ditulis dalam Alkitab oleh septian pada 3 Desember 2007

Pengen cerita mengenai apa yang terjadi selama saya membuat rangkaian tulisan ini.

Ehm, sebenarnya saya masih memiliki banyak ide untuk ditulis. Apalagi setelah menulis bagian VII. Kalau saya hitung-hitung, mungkin bisa mencapai dua belas bagian. Walau memang sebenarnya dari awal memang proses penulisannya berlangsung seperti ini.

Pada mulanya, saya hanya berencana untuk menulis apa yang sekarang menjadi bagian I dan II. Dan setelah menulis bagian II, saya terpikir untuk mengembangkan ide yang terdapat di bagian ini yang sekarang terdapat di bagian III-VI. Dan untuk menyimpulkannya di bagian VII. Yang ternyata saya kacaukan dengan menulis sesuatu yang sepenuhnya berbeda dengan apa yang saya bayangkan sebelumnya. Oleh karena saya melihat ada sudut lain yang belum digunakan untuk menganalisa teks ini, jadilah bagian VII, bukan kesimpulan. Dan dengan demikian berarti ada tugas selanjutnya, yaitu mengembangkan bagian VII itu sendiri, dan kemudian mengintegrasikan bagian I, II-VI, dan VII. Jadi memang sedari awal proses penulisannya itu mengalir aja, gitu.

Dan karena itu, saya memutuskan untuk berhenti. Idenya akan masih ada, dan semoga saya masih akan mengingatnya. Untuk suatu hari akan saya buka lagi, teliti lagi, dan tampilkan lagi secara sistematis. Setidaknya ada beberapa hal yang saya bisa catat disini sebagai sarana untuk mengingatkan saya juga kelak.

Pertama, untuk mengintegrasikan signifikansi “anak Daud, anak Abraham” dengan kerangka umum yang ditampilkan di bagian II-VI. Secara singkat, mungkin hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan hasil akhir kitab Matius ini, dimana kepada Yesus diberikan segala kuasa (kuasa sang raja? anak Daud) di sorga dan di bumi, dan dengan demikian semua bangsa (semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat; anak Abraham) harus dijadikan murid. (Mat 28:18-20)

Kedua, untuk memberikan beberapa studi kasus bagaimana kerangka umum yang ditampilkan di bagian II-VI ini dapat membantu pemahaman perikop-perikop lain di kitab Matius. Yang sudah terpikir adalah Mat 5:13-16, mengenai garam dan terang dunia. ‘Kamu adalah terang dunia.’ (Mat 5:14) ‘Akulah terang dunia.’ (Yoh 8:12) Jadi siapa yang terang dunia? Israel (atau pengikut Yesus) atau Yesus? Kerangka umum Matius bisa membantu memahami teks ini, saya pikir. Satu atau dua studi kasus tambahan akan sangat berguna.

Ketiga, mengenai struktur tulisan akhir. Saya akan mengikuti struktur karya ilmiah, tampaknya. Introduksi, metode, hasil, diskusi, kesimpulan. Sudah terbayang bentuk akhirnya akan seperti apa, namun sungguh masih di awang-awang.

Keempat, yang paling penting tentunya adalah membuat sintesis dari segala ide yang ditemukan dan terpecah-pecah ini. Mereka saling berkaitan, sudah jelas. Namun penyajiannya tidak menunjukkan keterkaitan tersebut.

Kelima, kapan saya akan melakukannya. Tekad saya: pada saat liburan saya di Indonesia saat Natal nanti. Saya memiliki dua belas hari di Indonesia yang saya pikir sangatlah cukup. Dua-tiga hari penuh akan cukup. Dengan riset secukupnya sebelum pulang. Agak naif untuk berpikir dapat melakukan tugas ini sendiri tanpa merujuk kepada orang-orang yang telah melakukannya terlebih dahulu. Dan dengan kemampuan yang jauh lebih mapan, tentunya.

Terakhir, saya ingin menutup dengan mengatakan bahwa sungguh saya semakin mencintai eksegesis Alkitab lewat pengalaman ini. :mrgreen: Biarlah upaya ini semakin membuat saya dan setiap pembacanya semakin mengasihi Tuhan dan sesama. Terima kasih sudah membaca rangkaian tulisan ini. Semoga menjadi berkat bagi saudara. Terpujilah Allah!

Ditandai sebagai: