Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen
by septian
Sebuah tulisan yang menarik. =)
Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen
MOHAMAD GUNTUR ROMLI
Kepribadian dan pengetahuan Muhammad dibentuk oleh lingkungannya. Leluhurnya dikenal menaati prosedur dan ajaran kenabian. Salah satu lingkungannya adalah kaum cerdik pandai Kristen.
Jauh sebelum kenabian Muhammad telah ada anasir-anasir kenabian dan ketauhidan (monoteisme) yang merujuk pada peran dua komunitas teologis di Mekkah, yang warganya dikenal sebagai penyembah berhala. Yang pertama ialah pengikut al-hanîfiyah yang mendaku sebagai ahli waris ajaran Ibrahim. Abdul Muthalib yang adalah kakek Muhammad dan ketua Bani Hasyim merupakan tokoh terpenting dalam aliran ini. Tercatat pula nama Zaid bin Amru, paman Umar bin Khathab, yang memiliki syair-syair kepasrahan. Salah satu baitnya, aslamtu wajhi liman uslimat, lahu al-ardlu tahmilu shakhran tsiqâla, ’aku pasrahkan diriku pada Dia, seperti kepasrahan bumi yang membawa batu karang yang berat’.
Yang kedua adalah komunitas Ahli Kitab. Ini sebutan bagi pemeluk agama Yahudi dan Kristen. Orang Kristen di kalangan Islam disebut sebagai Nasrani yang dinisbatkan pada al-Nâshirah atau Nazaret, asal Isa al-Masih. Namun, bagi orang Kristen mayoritas, Nasrani di Jazirah Arab adalah sebuah sekte. Berbeda dengan bangsa Arab yang mandul dari kenabian, bangsa Yahudi subur dengan kenabian. Dua komunitas itu punya satu misi. Sama-sama memusuhi kaum pagan. Pada masa itu mereka tersebar luas di Jazirah Arab. Orang Yahudi bermukim di Yastrib (Madinah), orang Kristen menunjukkan pengaruhnya di Mekkah.
Komentar:
Tulisan ini ditulis dari perspektif Islam liberal. Tidak adil jika kita tidak mengetahui pendapat teman-teman Muslim konservatif/ortodoks mengenai hal-hal yang tertulis disini. Namun, kita mungkin dapat memahami perasaan teman-teman Muslim konservatif yang membaca tulisan dari kubu liberal jika kita juga merasakannya. Karena itu, jikalau Anda ingin mengetahui bagaimana rasanya membaca tulisan dari kelompok ‘sendiri’ yang liberal, ada sebuah tulisan juga di harian Kompas mengenai ‘Penulisan Sejarah dan Penelitian Makam Yesus.’ (31 Mei 2007) Tampaknya harian Kompas memang sungguh-sungguh menghidupi filosofi yang dipegangnya, humanisme transendental. (bertolak belakang dengan humanisme sekuler-nya Barat)
“Anggapan kita (i.e., dunia Barat) yang lazim tentang Muhammad adalah bahwa ia seorang penipu, penjelmaan kepalsuan, bahwa agamanya penuh kedazalan dan kebodohan(ini fitnah yang dilontarkan oleh kaum orientalis): tuduhan2 bohong yang ditimpakan kepada orang ini hanya mencemarkan diri kita sendiri. Amboi, mengapa anda keberatan, jika kaum muslimin menamakan dia nabi? Ia tegap berdiri disana berhadapan muka dengan mereka (i.e., kaum Muslimin Arab), terang-terangan dan tidak diselubungi apapun, mereka itu melihat bagaimana ia menambal jubahnya, memperbaiki sepatunya, berperang, memberikan petunjuk, memerintah kepada mereka. Mereka tentu tahu laki-laki macam apa dia. Saya katakan orang besar ini selalu seperti halilintar dari langit, manusia lainnya menanti dia sebagai bahan bakar kemudian merekapun akan menyala-nyala. Kita harus meninggalkan tuduhan bahwa dia penipu.” – Thomas Carlyle (On Heroes and Hero Worship)
Komentar di atas sudah saya rapikan (pula beberapa bagian yang tidak relevan dengan topik yang sedang dibicarakan saya hapus).
Hm, kalau yang saya perhatikan dari artikel Moh. Guntur Romzi, ia tidak mengatakan kalau Muhammad itu penipu, namun lebih bagaimana argumentasinya mengenai kenabian Muhammad itu.
Dalam arti, ia tidak menolak mentah-mentah kenabian Muhammad, melainkan penjelasan ‘rasional’ mengenai kenabian Muhammad. Kira-kira begitu. =)
.QS. Ash Shaff 8 : “ Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci “
Al’Baqarah 204 : “ Dan diantara manusia ada orang yang ucapanya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya , padahal dia adalah penentang yang paling keras “.
Al’ Munafikun – 4 : “ Kamu akan merasa kagum dengan tubuh mereka (= kaum kafir ) dan kamu akan mendengarkan suaranya , sesungguhnya mereka itu ibarat sepotong kayu yang bersandar . Mereka mengira teriakan keras itu ditujukan kepada mereka “ .
QS al ‘ Baraah 107 : ” Orang2 yg membangun mesjid karena akan menimbulkan bencana, karena kekafiran, karena hendak menimbulkan perpecahan diantara orang2 beriman dan karena menyambut orang yang sejak dahulu telah memerangi Allah dan Rasul-Nya….mereka berkata sumpah : ” Kami mengingini kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu pendusta”.
QS. Ali Imran 54 : Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
QS Ali Imran 73 : “ Segolongan dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka kembali (kepada kekafiran).
Al’Maidah 14 :” dan diantara orang-orang yang mengatakan “ Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani , ….tetapi mereka melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya maka kami timbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat . …”.
At Taubah 31 :” Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka menjadi tuhan selain Allah dan (juga terhadap) Almasih putra Maryam ; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa “.
Ali Imran 79 :” Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab , hikmah dan kenabian , lalu dia berkata kepada manusia , “ Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku , bukan penyembah Allah”.
Az’Zukhruf 19 : “ Dan mereka (= Nasrani ) menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan . Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu ? .”
Qs Al’Maidah 110 : Ketika Allah mengatakan “ Hai Isa putra Maryam ingatlah nikmat Ku kepadamu dan kepada ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus . Kamu dapat berbicara dengan manusia sewaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa dan diwaktu Aku mengajarkan kamu menulis hikmah, Taurat dan Injil dan di waktu kamu membentuk dari tanah yang berupa burung dengan izin Ku , lalu kamu meniup padanya , lalu bentuk itu menjadi burung (* Pen : mukzizat yang ini tak ada dalam Injil saat ini ), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin Ku dan diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari dalam kubur >
Al Maidah 17 :” Sesunguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata :” Sesungguhnya Allah itu adalah Al Masih Putra Maryam “
QS. 5:75 : Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling
Al’ Baqarah 213 : “ Manusia itu adalah umat yang satu , maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar , untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan . Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya . Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus .”
QS. At Taubah :48 :Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.
(QS. 4:89) Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan diantara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah….
Qs al’Mukminun 110-111:” Tetapi kamu jadikan mereka (mumin) bahan olok-olokan, sehingga kamu lupa mengingat Ku… waktu kamu mentertawakan mereka…sesungguhnya mereka itu orang-orang yg menang”.
Fushilat 26 : (Ucapan kaum kafir) : “Janganlah kamu mendengarkan dengan sungguh-sungguh akan Al’Quran itu dan buatlah kegaduhan terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkannya”.
QS. Al’An’aam:123 : Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.
Yunus 99-100 : “ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu memaksa supaya mereka menjadi orang-orang beriman semuanya ?. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak menggunakan aqalnya “.
Al Insan 3 : “ Sesunguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur , ada pula yang kafir “.
Dengan hormat, mohon memberikan komentar yang relevan dengan topik yang tertulis. Atau mungkin komentar ini relevan ya, saya saja yang tidak tahu dimana relevansinya. Mohon dicerahkan. =) Sungguh, saya lebih menghargai jika Anda bersedia menjelaskan apa argumen Muslim konservatif mengenai topik ini, bukan hanya ‘melempar’ ayat. Walau, lagi-lagi, saya mengerti bahwa ayat Al-Quran adalah sesuatu yang sangat berharga bagi Anda dan karena itu kekuatannya sangat dapat diandalkan dan tidak perlu penjelasan. =)
Al Baqarah 26 : sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik (ragu ),
Komentar terakhir, lagi-lagi menunjukkan kalau saudara tidak berniat untuk menanggapi pertanyaan yang saya ajukan di tulisan ini dengan serius. (dengan ini sudah ke-empat kalinya. Yang pertama saya hapus, yang kedua saya edit, yang ketiga saya biarkan, yang keempat ternyata masih begitu) Karena itu, sebenarnya tidak ada gunanya lagi untuk melanjutkan ‘percakapan’ ini. Jadi, lebih baik opsi komentar di post ini saya tutup. =)